Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan dampak kesehatan yang lebih besar pada bayi dan anak-anak dibandingkan orang dewasa.Â
Dokter Fifi Sofiah, SpA(K), dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung partikel mikroskopis PM10, PM2,5 dan berbagai zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Fifi menyebut saking halusnya partikel mikroskopis PM10 dan PM2,5 dalam asap karhutla itu bila terhirup bisa masuk sampai ke saluran napas bawah. Lalu, ia juga menegaskan bahwa senyawa kimia partikel akibat kebakaran hutan lebih toksik dibanding lainnya.Â
Advertisement
"Kimianya berbeda dengan PM2,5 yang dihasilkan oleh bukan kebakaran hutan. Jadi akibat kebakaran hutan, PM2,5 kandungannya lebih toksik dibandingkan dari bahan yang lain dan ini akan mengiritasi saluran pernapasan," kata Fifi ke media secara daring pada Jumat (16/10/2026).
Paparan asap karhutla dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), eksaserbasi asma, bronkiektasis, serta penyakit paru-paru kronik. Lalu, dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi saluran napas.
Fifi mengatakan bayi dan anak lebih rentan terhadap paparan asap karhutla paling tidak karena dua faktor. Pertama, bayi dan anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Bayi dapat bernapas hingga sekitar 60 kali per menit, sedangkan anak usia 1–2 tahun bernapas kurang dari 50 kali per menit dan anak usia 1–5 tahun sekitar 40 kali per menit.
"Semakin sering anak bernapas, semakin besar pula potensi paparan polutan yang masuk ke saluran pernapasan," kata Fifi.
Kedua, sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang sehingga mereka lebih rentan terhadap dampak buruk polusi udara.
Ia juga menyampaikan anak yang memiliki kondisi medis tertentu, termasuk penyakit jantung bawaan (PJB), perlu mendapat perhatian khusus karena paparan asap berpotensi memperburuk kondisi kesehatannya.
Cara Mengurangi Paparan Asap Karhutla pada Anak
Fifi mengingatkan orangtua untuk memantau kualitas udara di wilayah tempat tinggal. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas anak, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Orangtua juga disarankan menyiapkan ruang bersih di dalam rumah untuk mengurangi paparan asap. Caranya, menutup pintu dan jendela agar asap dari luar tidak mudah masuk serta menggunakan pembersih udara portabel jika tersedia.
Langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan polutan di dalam ruangan. Orangtua juga perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kualitas udara buruk dan memantau munculnya gejala, seperti batuk, sesak napas, atau napas yang lebih cepat dari biasanya.
Lalu jika anak mengalami kesulitan bernapas, orangtua perlu segera mencari pertolongan medis.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)