Cuaca Panas Bikin Kepala Sakit, Kenali Penyebabnya

Paparan sinar matahari yang terik di siang hari dapat memicu sakit kepala, salah satunya akibat dehidrasi dan kelelahan.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 07:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh berkeringat dan terasa gerah. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat memicu sakit kepala, di mana suhu tinggi dan keringat berlebih dapat membuat tubuh kehilangan cairan sehingga meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan.

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama sakit kepala ketika cuaca panas, seperti dikutip Vinmec, Selasa (6/10/2026). Saat tubuh kehilangan air melalui keringat dan tidak segera menggantinya, kondisi tersebut dapat memicu sakit kepala sekaligus membuat tubuh terasa lelah.

Selain kehilangan cairan, suhu tinggi juga dapat memengaruhi pembuluh darah. Paparan panas menyebabkan kapiler di kepala melebar sebagai respons terhadap suhu. Pelebaran tersebut dapat memicu rasa sakit dan memperburuk sakit kepala yang sudah dirasakan.

Di samping itu, perubahan lingkungan yang cukup drastis juga dapat berpengaruh pada rasa sakit di kepala. Misalnya, terlalu sering berpindah antara ruangan berpendingin dan lingkungan luar yang panas.

Tak sampai di sana, cuaca panas juga dapat memengaruhi tidur. Suhu yang tinggi dapat membuat kualitas tidur menurun dan menyebabkan tubuh lebih mudah mengalami kelelahan. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat sakit kepala lebih mungkin terjadi.

Bagaimana dengan Heatstroke?

Namun, sakit kepala saat berada di bawah terik matahari perlu dibedakan dari gejala heatstroke. Kondisi ini merupakan respons tubuh terhadap paparan panas atau aktivitas di lingkungan bersuhu tinggi dan dapat berkembang secara tiba-tiba maupun bertahap.

Tidak hanya sakit kepala, heatstroke dapat dicirikan dengan sejumlah hal ini:

  • Demam tinggi di atas 40,5 derajat Celsius.
  • Pingsan.
  • Tidak berkeringat.
  • Kulit merah dan panas.
  • Kelemahan atau kram otot.
  • Mual dan muntah.
  • Denyut jantung cepat.
  • Napas cepat dan pendek.
  • Perubahan perilaku.

Pada kondisi berat, heatstroke dapat menyebabkan kejang dan koma.

Mencegah Sakit Kepala karena Terik Panas

1. Hidrasi tercukupi

Untuk mengurangi risiko sakit kepala akibat panas, menjaga kecukupan cairan menjadi salah satu langkah penting.

Orang yang bekerja di lingkungan panas juga disarankan untuk minum sekitar setengah hingga satu cangkir air atau 230-250 ml (mililiter) setiap jam.

Bagi orang dengan kondisi tertentu, seperti gangguan hati, ginjal, jantung, epilepsi, atau masalah yang berkaitan dengan retensi cairan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan cairannya.

2. Membatasi paparan matahari di waktu terik

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan topi dan pelindung dari sinar matahari, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00. Penggunaan kacamata hitam juga disebut dapat mengurangi dampak cahaya matahari pada saraf optik.

Sementara itu, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan, tetapi sebaiknya tidak berlebihan ketika cuaca sedang panas.

Jika mulai merasa lelah atau kehabisan tenaga, hentikan aktivitas dan beristirahat. Waktu olahraga di luar ruangan juga dapat dialihkan ke pagi atau setelah matahari terbenam.

Dalam kebanyakan kasus, sakit kepala akibat panas dapat mereda sendiri dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam. Namun, jika sakit kepala menjadi semakin berat atau muncul lebih sering, yakni lebih dari dua kali dalam seminggu selama dua hingga tiga bulan berturut-turut, sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis profesional.

Â