Kabut Asap Bisa Bikin Mata Perih, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Jangan tunda ke dokter untuk memeriksakan kondisi mata bila terasa perih dan berair.

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mata. Paparan partikel debu dan asap bisa memicu iritasi mata. 

Dr. dr. Rosmaryati Manalu, Sp.M, yang sehari-hari tinggal di Palangka Raya, Kalimatan Tengah mengatakan kabut asap di sana masih tebal. Kondisi tersebut membuat partikel dari asap bisa menempel ke mata. 

"Jadi akibat dari partikel-partikel itu mengenai mata, awalnya kan iritasi. Setelah iritasi terjadi proses peradangan. Kalau dibiarkan, tidak datang cepat untuk mendapat pengobatan, bisa menjadi infeksi,” ujar Mary ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta usai peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) pada Selasa (13/10/2026).

Infeksi yang awalnya ringan berisiko menjadi lebih berat apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis. Maka dari itu, bila masyarakat terdampak kabut asap karhutla merasakan mata berair, perih, dan rasanya ingin dikucek terus menerus sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. 

"Maka kalau mata sudah perih-perih, pasien datanglah ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat," saran Mary.

Ia pun tidak menyarankan menggunakan obat tetes mata sembarangan. Lebih baik jika alami masalah pada mata akibat kabut asap segera ke dokter atau fasyankes untuk mendapatkan pengobatan.

Dokter yang praktik di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini mengatakan memang terjadi peningkatan kasus  di ruang praktiknya akibat paparan kabut asap.

"Pasien datang dengan mata merah, berair, terus rasa perih gitu. Itu yang awalnya sih. Kalau ketajaman penglihatannya masih baik, kita bisa tangani cepat kan. Jika ketajaman penglihatan masih baik berarti tidak ada gangguan di media refraksi," jelasnya.

 

Pencegahan: Pakai Kaca Mata Saat Berada di Luar

Untuk mengurangi paparan partikel asap pada mata, Rosmaryati menyarankan masyarakat menggunakan kacamata pelindung ketika berada di luar ruangan saat kabut asap menyelimuti wilayahnya.

"Makanya saya tuh wanti-wanti bagi mereka yang sudah terpapar kabut asap ini, jangan lupa menggunakan kacamata hitam atau kacamata pelindung," pesannya. 

Selain itu, pastikan juga memakai masker juga penting untuk membantu mengurangi paparan partikel yang terhirup melalui saluran pernapasan.