Kabut Asap, Kemenkes Ingatkan Cek Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

Kemenkes mengimbau masyarakat memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, salah satunya meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, mengatakan peningkatan kasus ISPA sejalan dengan kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah.

"(Kasus ISPA) Itu kan linier dengan sebenarnya peningkatan penyebabnya. Penyebabnya kan asap, jadi itu linier sebenarnya jumlah kasus dengan penyebabnya," ujar Andi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Untuk mengurangi risiko ISPA dan gangguan saluran pernapasan lainnya, Andi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan memantau kualitas udara di wilayah tempat tinggal.

Masyarakat perlu mengetahui nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lingkungan masing-masing sebagai salah satu pertimbangan sebelum beraktivitas di luar ruangan.

"Penduduk juga mesti aware bahwa di lingkungannya itu berapa nilai ISPU-nya," kata Andi.

Selain memantau kualitas udara, Andi mengingatkan masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap akibat karhutla.

Kabut Asap Bisa Bikin Mata Perih

Selain bisa berdampak pada saluran pernapasan, kabut asap juga bisa berdampak pada kesehatan mata meski angkanya kecil.

"Ada tapi kecil, tidak sebesar ISPA atau muncul alergi asma," kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi ditemui di kesempatan yang sama. 

Nadia mengungkapkan kabut asap bisa mengandung partikel yang membuat mata terasa perih atau pedih. Paparan partikel tersebut juga bisa menyebabkan mata merah, terutama jika mata terus-menerus terpapar.

"Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memicu infeksi. Namun, dampaknya tidak seberat gangguan pada saluran pernapasan," kata Nadia.

Ia pun menyarankan untuk menggunakan kacamata hitam --meski tidak wajib-- bagi setiap orang yang beraktivitas di luar ruangan.

"Kacamata dapat membantu melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV) maupun serpihan atau partikel berukuran besar," kata Nadia. 

 

Â