Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Menkes Imbau Warga Tetap di Rumah

Kabut asap karhutla mengancam kesehatan. Menkes Budi Gunadi Sadikin imbau warga tetap di rumah.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 18:44 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil, untuk menghindari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita di Kementerian Kesehatan upaya kita memastikan agar orang-orang ini bisa tetap sehat atau kalau bisa jangan terlalu kena eksposur dampak terlalu banyak, karena Kementerian Kesehatan tidak bisa menghentikan asapnya, ya,” kata Budi di Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Budi meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih berlangsung. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat perlu melindungi saluran pernapasan, mata, dan kulit dari paparan asap.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan masker, terutama masker N95 jika tersedia. Jika tidak memiliki masker jenis tersebut, masyarakat tetap dianjurkan memakai masker yang ada.

Selain itu, penggunaan kacamata disarankan untuk melindungi mata, sedangkan pakaian berlengan panjang dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap pada kulit.

“Kalau kita harus keluar, yang harus dilindungi adalah asap itu jangan sampai masuk ke dalam paru, jadi bisa lewat hidung atau mulut, dan ada juga yang kedua, jangan sampai kena mata, karena beberapa juga bisa menyebabkan sakit mata,” ujar Budi.

Setelah kembali dari luar rumah, masyarakat dianjurkan segera membersihkan diri menggunakan air. Namun, Budi mengingatkan agar kulit tidak langsung digosok saat dibersihkan.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan setelah terpapar kabut asap, seperti batuk, iritasi mata, serta kulit gatal atau iritasi.

“Jadi kalau mata kita iritasi, paru kita batuk jangan tunggu sampai batuk darah, batuk itu ada prosesnya enggak mungkin langsung keluar sekali batuk darah itu tidak, pasti ada prosesnya atau kulit kita mulai iritasi atau gatal-gatal terus, segera ke puskesmas terdekat,” ucap Budi.

Ia memastikan puskesmas di daerah terdampak telah disiapkan dengan pasokan obat-obatan untuk menangani penyakit dan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Budi berharap masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut untuk menekan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

“Jadi pesan saya dari sisi kesehatan, usahakan tinggal di rumah,” kata Budi.