Waspada Hantavirus, Hati-hati saat Membersihkan Lingkungan yang Dihuni Tikus

Penularan hantavirus bisa lewat inhalasi aerosol, maka pastikan warga menerapkan cara tepat saat membersihkan kotoran tikus.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati meminta warga lebih waspada saat membersihkan lingkungan yang dihuni atau sarang tikus agar tidak terinfeksi hantavirus.

Ani mengungkapkan bahwa hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus ke manusia.

Penularan penyakit tersebut bisa lewat tiga cara. Pertama, melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus, sekresi air liur, dan kencing. Jika kotoran itu mengering dan bercampur dengan partikel udara, maka bisa terhirup oleh manusia.

Kedua, kontak langsung dengan sekresi tikus yang terkontaminasi virus hanta.

Ketiga, secara langsung kena gigitan tikus.

Melihat penularan virus hanta seperti di atas, Ani meminta warga tidak sembarangan. Pastikan saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, ventilasi udara dalam keadaan baik. Lalu, kotoran tikus perlu dibersihkan setelah disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu.

"Kalau di rumah, kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya," ungkap saat berada di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026.

Usai membersihkan lingkunan pastikan warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

3 Kasus Terkonfirmasi dan 6 Suspek Hantavirus di DKI Jakarta

Ani mengungkapkan hingga Senin, 18 Mei 2026 tercatat ada tiga kasus terkonfirmasi positif dan enam kasus suspek hantavirus di DKI Jakarta. 

"Kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," kata Ani.

Dinkes DKI telah menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terhadap penyebaran penyakit Hantavirus. Surat edaran kewaspadaan pun telah disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta.

Selain itu, Dinkes DKI juga telah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap suspek kasus Hantavirus.

"Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," ujar Ani mengutip Antara.