Liputan6.com, Jakarta - Kasus hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius mengejutkan dunia internasional. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia diduga akibat terinfeksi hantavirus saat melakukan perjalanan dari Argentina menuju Tanjung Verde di Afrika Barat.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 4 Mei 2026, terdapat tujuh kasus yang tercatat di atas kapal MV Hondius. Dua kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus, sementara lima lainnya masih berstatus suspek.
Munculnya kasus ini membuat banyak masyarakat mulai bertanya-tanya tentang hantavirus. Sebab, nama penyakit tersebut masih terdengar asing bagi sebagian orang.
Advertisement
Padahal, epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa hantavirus bukanlah virus baru. "Hantavirus pertama kali ditemukan di Korea Selatan pada 1976," kata Dicky kepada Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat.
Nama hantavirus sendiri diambil dari Sungai Hantaan di Korea Selatan, lokasi tempat virus ini pertama kali diidentifikasi pada tikus sawah yang terinfeksi.
Apakah gejala hantavirus mirip dengan COVID? Meski kasus di kapal pesiar membuat banyak orang khawatir, Dicky meminta masyarakat tidak panik berlebihan.
Dia menegaskan bahwa penularan hantavirus berbeda dengan COVID-19 maupun influenza. "Tidak perlu dikhawatirkan dalam konteks potensi atau menjadi wabah besar, karena tidak menular sebagaimana COVID-19 atau influenza," tambahnya.
Apa yang dimaksud dengan virus hanta? Virus hanta alias Hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penularannya terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Virus ini dapat menyebar melalui udara ketika partikel kotoran tikus yang mengering terhirup manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
"Mekanisme penularannya adalah lingkungan terkontaminasi dulu oleh kotoran atau cemaran tikus. Lalu terhirup dan akhirnya manusia terinfeksi," ujar Dicky.
Oleh sebab itu, risiko penularan biasanya lebih tinggi di area dengan sanitasi buruk atau tempat yang banyak terdapat tikus.
Â
Hantavirus Bisa Sebabkan Gagal Napas Akut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579804/original/039805000_1778075683-4.jpg)
Walau tidak mudah menular antar manusia, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kondisi berat dalam waktu singkat.
"Ketika sudah tertular, akan terjadi perburukan dengan cepat. Di mana pasien akan mengalami demam, lalu mengalami gagal napas akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS) dalam hitungan hari," kata Dicky.
ARDS merupakan kondisi serius ketika paru-paru mengalami peradangan berat sehingga tubuh kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup. Pasien biasanya membutuhkan bantuan ventilator untuk bertahan hidup.
Jika tidak mendapatkan penanganan cepat, infeksi hantavirus dapat berujung fatal. Tingkat kematian penyakit ini bahkan tergolong tinggi, mencapai sekitar 40 persen.
Artinya, sekitar empat dari sepuluh pasien yang terinfeksi hantavirus berisiko meninggal dunia.
Â
Advertisement
Respons Menkes Budi soal Hantavirus
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5580469/original/032924000_1778125652-bgs_hantavirus.jpeg)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, turut angkat bicara terkait temuan kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Menurut Budi, Kemenkes RI telah berkoordinasi dengan WHO untuk mendapatkan panduan skrining sebagai langkah antisipasi.
"Virus Hanta ini kan virus yang lumayan berbahaya. Kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa lakukan skriningnya," kata Menkes Budi di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah mendapat informasi bahwa penyebaran kasus masih terkonsentrasi di kapal pesiar dan belum menyebar ke wilayah lain.
"Hasil masukan yang kita terima memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu, jadi belum nyebar ke mana-mana," ujarnya.
Saat ini, Kemenkes RI mulai mempersiapkan sistem skrining untuk mendeteksi kemungkinan kasus di Indonesia.
"Yang kita lakukan, kita mempersiapkan agar kita punya skriningnya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak kita COVID dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR," ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa Indonesia kini memiliki lebih banyak mesin PCR dibanding masa awal pandemi COVID-19 sehingga proses deteksi virus dapat dilakukan lebih cepat.
"Kita beruntung sekarang kan mesin PCR kita sudah banyak. Jadi, untuk deteksi virus ini harusnya bisa lebih mudah, cuma dipastikan reagennya masih khusus. Jadi sekarang kita masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa kita bisa cepat," tambahnya.
Â
Kenali Gejala Hantavirus
Gejala awal hantavirus umumnya mirip flu biasa, seperti:
- Demam
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Tubuh lemas
- Mual dan muntah
Namun, dalam beberapa hari kondisi dapat memburuk menjadi sesak napas berat akibat gangguan paru-paru.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579808/original/071698300_1778075971-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4698152/original/019329400_1703568085-1faffedd-4c3d-484a-96ff-b0bdf98ba24f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5765749/original/083366900_1778668872-Hantavirus__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/6331817/original/029356600_1779206703-pg19-hantavirus-a83374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6307504/original/033003200_1779181803-Dinkes_Karawang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757035/original/061208800_1778659333-hantavirus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417253/original/039411000_1763526054-tikus__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288790/original/071396100_1752992572-ChatGPT_Image_20_Jul_2025__13.22.26.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6216892/original/067994200_1779094277-1.jpg)