Liputan6.com, Jakarta - Hari-hari yang dipenuhi pekerjaan, urusan rumah, maupun berbagai kewajiban bisa membuat hidup terasa seperti rangkaian tugas yang tidak ada habisnya. Dalam kondisi tersebut, memiliki sesuatu yang diinginkan atau disukai ternyata dapat memberikan motivasi dan dorongan positif bagi kesehatan mental.
Psikologi klinis, Amanda Mullin, menjelaskan otak manusia pada dasarnya merespons antisipasi terhadap sesuatu yang menyenangkan, dilansir Mindworx Psychology pada Minggu (20/9/2026).
Ketika seseorang mengetahui ada hal yang dinantikan, otak mulai melepaskan dopamin atau hormon yang berkaitan dengan energi senang dan motivasi. Menariknya, menurut penjelasan tersebut, respons dopamin dapat muncul ketika seseorang baru mengharapkan suatu hadiah maupun ketika benar-benar meraihnya.
Advertisement
Artinya, rasa senang tidak hanya muncul ketika sebuah momen menyenangkan akhirnya terjadi. Membayangkan dan menantikan momen tersebut juga dapat memberikan percikan rasa gembira (excited).
Baru Memikirkan Saja Sudah Menyenangkan
Seperti ditulis Mullin, ada dasar ilmiah yang menjelaskan mengapa fase menunggu sesuatu terkadang terasa lebih menyenangkan dibandingkan ketika sesuatu atau seseorang tersebut benar-benar berada di hadapan mata.
Saat membayangkan sebuah pengalaman positif, seseorang cenderung memikirkan bagian terbaiknya.
Misalnya, membayangkan makanan lezat, berkumpul bersama teman lama, atau menikmati suasana sebuah perjalanan. Sementara itu, berbagai hal yang kurang menyenangkan dari pengalaman sebenarnya, seperti kelelahan atau masalah kecil, biasanya tidak terlalu dibayangkan.
Karena itu, fase "menantikan" suatu kegiatan dapat memberikan kebahagiaan tersendiri. Bahkan ketika sesuatu yang dinantikan akhirnya berjalan biasa saja, seseorang tetap sudah mendapatkan kesenangan dari proses menantikannya.
Bantu Menghadapi Stres dan Membentuk Ketahanan
Memiliki sesuatu yang ditunggu juga dapat membantu menumbuhkan keseimbangan ketika kehidupan terasa penuh tekanan.
Hal tersebut tidak harus berupa kegiatan atau sesuatu yang besar. Hal-hal di bawah ini bisa jadi contoh sederhana.
- Menantikan hari di mana akan bertemu orang yang disukai.
- Menonton film favorit sambil makan camilan sepulang kerja.
- Berjalan bersama teman pada akhir pekan.
- Merencanakan makan malam bersama pasangan.
Konsep ini berkaitan dengan istilah psikologi ‘savouring’, yakni kemampuan untuk memperhatikan, menghargai, dan memperdalam pengalaman positif, baik yang terjadi di masa lalu, saat ini, maupun yang akan datang.
Penelitian menunjukkan bahwa 'savouring' dapat meningkatkan suasana hati dan membantu meredam stres sehingga seseorang menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tekanan.
Dengan begitu, momen-momen kecil yang dinantikan dapat menjadi semacam 'jembatan' sepanjang hari bahkan selanjutnya.
Seseorang tidak hanya berfokus pada pekerjaan, tetapi juga memiliki momen positif yang memberikan energi untuk menjalani hari.
Tidak Harus Mahal atau Besar
Untuk membangun rasa excited, seseorang tidak harus merencanakan perjalanan besar atau kegiatan mahal. Beberapa cara sederhana, seperti mengikuti kegiatan kecil yang menyenangkan, mencoba eksperimen baru, dan lain semacamnya.
Kuncinya adalah melakukannya secara sadar. Dengan membiasakan diri memiliki sesuatu yang dapat dinantikan, seseorang dapat memberi ruang bagi rasa senang dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung kesejahteraan mental.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339659/original/028728100_1788423815-2149346984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2997114/original/049325000_1576466188-IMG_0057-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566337/original/051832000_1694053418-austin-distel-60caCHdOqH0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348655/original/053265100_1789452595-48cc33e0-8415-4d37-8d1f-53b84255caac.jpg)