Liputan6.com, Jakarta - Pertengahan pekan lalu masyarakat kaget dengan anak tiga tahun jatuh dari balkon lantai 5 sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur. Saat kejadian itu orangtua sang anak tengah sarapan di restoran hotel.
Selang beberapa hari, media sosial diramaikan unggahan pendaki gunung yang mendapati anak berusia di bawah tiga tahun menangis sendirian di dalam tenda. Menurut informasi dari pendaki lain, orangtua anak tersebut melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Prau. Menurut keterangan orangtua, sang anak telah dititipkan kepada teman yang berada di tenda sebelahnya. Namun, saat anak tersebut terbangun, sosok yang dititipkan anak tersebut tengah tertidur.
Berkaca dari dua kejadian tersebut, psikolog klinis Indah Sulistyorini mengatakan bahwa setiap orang pasti punya alasan dalam melakukan sebuah tindakan. Namun, ia mengingatkan orangtua perlu mempertimbangkan risiko dari setiap langkah yang diambil terhadap keselamatan anak.
Advertisement
Indah mengatakan anak usia tiga belum memiliki kemampuan untuk memahami konsekuensi dari tindakan yang diambil. Pada usia tersebut, anak masih membutuhkan pengawasan dan perlindungan dari orang dewasa.
Di usia itu pula, anak punya punya rasa ingin tahu yang besar sehingga besar keinginan mengeksplorasi lingkungan tanpa sepenuhnya memahami risiko yang mungkin terjadi.
"Secara kognitif anak tiga tahun belum bisa untuk berpikir konsekuensi dari tindakannya. Anak pengen lihat ini dan itu, dan dia belum tahu bahwa apa yang dilakukan itu bisa menimbulkan bahaya," kata Indah lewat sambungan telepon pada Minggu (18/10/2026).
Indah mengingatkan orangtua perlu memahami tahap perkembangan berdasarkan usia anak sebelum memutuskan melakukan aktivitas yang berpotensi membuat berada dalam situasi berisiko.
"Tidak bisa menggunakan sudut pandang atau persepsi yang kita yakini sendiri (orang dewasa). Apalagi ditinggal sarapan. Anak-anak belum bisa atau belum memiliki kemampuan untuk bisa memikirkan atau memperhitungan dampak dari yang dilakukan," tegasnya.
Anak Membutuhkan Rasa Aman
Selain keselamatan fisik, kebutuhan emosional anak perlu diperhatikan. Pada masa awal kehidupan, anak sedang membangun secure attachment atau kelekatan yang membuatnya merasa aman.
Berkaca pada peristiwa anak berada di tenda sendirian karena orangtua summit Gunung Prau, ketika anak terbangun dan tidak menemukan orangtua itu memunculkan ketakutan dan kecemasan. Indah mengatakan anak usia tersebut belum mampu memahami bahwa orangtuanya hanya sebentar meninggalkan dia untuk naik ke puncak gunung.Â
"Yang anak tahu adalah saat itu dia ditinggalkan. Pas dia bangun dia cari orangtuanya enggak ada. Nah, itu buat dia pasti membuat tidak nyaman dan mengganggu," kata Indah.
Pengalaman yang mengganggu rasa aman anak berpotensi memengaruhi perkembangan hubungan anak dengan orang lain. Bisa juga menyebabkan hubungan kelekatan yang tidak sehat di masa depan. Namun, dampaknya pada setiap anak dapat berbeda, bergantung pada pengalaman dan situasi yang dialaminya.
Indah juga mengatakan menitipkan anak tidak cukup hanya dengan memastikan ada orang lain di dekatnya. Pada anak usia di bawah tiga tahun, orangtua juga perlu mempertimbangkan apakah anak mengenal dan merasa nyaman dengan orang tersebut.
"Untuk membangun trust itu kan butuh waktu. Tidak hanya orangtua bilang, 'Kamu sama si om ini ya, ini teman ayah, teman ibu, dia orang baik,'," tutur Indah.
Â
Advertisement
Punya Anak Disertai Kesiapan Mental dan Kognitif
Indah berharap, dua peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi pasangan muda yang memiliki anak kecil agar tidak sembarangan meninggalkan buah hati tanpa pengawasan yang memadai.
Ia juga mengingatkan keputusan memiliki anak harus disertai kesiapan untuk memprioritaskan kebutuhan dan keselamatan anak. Orangtua juga perlu memiliki kematangan kognitif dan emosional, termasuk kemampuan menahan diri serta mengelola emosi.
"Menjadi orangtua itu kan karena menginginkan kehadiran anak. Maka orangtua harus punya kematangan secara kognitif dan emosi, bagaimana bisa menahan diri dan mengelola emosinya," tutur psikolog di Yayasan Pulih ini.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577128/original/033484800_1694777853-alberto-casetta-REKXJ7JhwiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3467177/original/055995500_1622181538-omar-lopez-zsXDWzlqpKU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347608/original/056300700_1789359000-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_4.15.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342830/original/013189700_1788833718-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4092109/original/054963100_1658127409-jerry-wang-jfnUC7s3iuw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3603373/original/051686400_1634281591-leah-hetteberg-QQqXgcPyYec-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863249/original/012315900_1718336452-WhatsApp_Image_2024-06-14_at_10.31.51_7f49b765.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556447/original/063680000_1776246959-medium-shot-mother-kid-indoors.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579609/original/033044300_1778057738-IMG-20260506-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185645/original/086754600_1744458977-Menemani_anak.jpg)