6 Kebiasaan Pasangan yang Bisa Bikin Hubungan Langgeng hingga Tua

6 kebiasaan sederhana yang bisa membantu pasangan menjaga hubungan tetap harmonis dan langgeng hingga tua.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua pasangan yang sudah lama bersama otomatis memiliki hubungan yang sehat. Seiring bertambahnya usia, pasangan akan menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan, mulai dari prioritas, kondisi keluarga, pekerjaan, hingga kebutuhan emosional.

Karena itu, menjalani hubungan hingga usia lanjut membutuhkan lebih dari sekadar bertahan bersama. Ada kebiasaan yang perlu dibangun sejak awal agar kedua pasangan tetap merasa dekat, dihargai, dan aman dalam menjalani kehidupan bersama.

Psikoterapis hubungan dan keluarga Marni Feuerman menjelaskan sejumlah kebiasaan yang dapat terlihat pada pasangan yang mampu menua bersama secara sehat.

Menurutnya, hubungan yang kuat ditandai dengan ketertarikan satu sama lain, rasa saling menghargai, serta kontribusi yang seimbang dari kedua pihak.

1. Membangun Kepercayaan dan Kejujuran

Hal pertama yang perlu dijaga adalah kepercayaan. Pasangan perlu merasa bahwa satu sama lain memiliki niat baik dan dapat dipercaya, dikutip dari YourTango, Selasa (6/10/2026).

Kejujuran juga perlu dibangun, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga lewat perilaku. Ketika rasa aman sudah terbentuk, seseorang akan lebih mudah menyampaikan pikiran dan perasaannya tanpa terus-menerus khawatir mendapat tanggapan negatif dari pasangan.

Kepercayaan inilah yang kemudian menjadi dasar bagi komunikasi, keterbukaan, empati, dan kasih sayang dalam hubungan.

2. Sepakat Menghadapi Konflik Bersama

Namun, hubungan yang sehat bukan berarti bebas dari konflik. Perbedaan pendapat dan masalah tetap akan muncul. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana pasangan memilih untuk menghadapinya.

Feuerman menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, produktif, dan saling menghormati ketika menyelesaikan masalah. Penghinaan, intimidasi, maupun kekerasan tidak seharusnya menjadi bagian dari proses tersebut.

Memilih waktu yang tepat juga penting. Ketika kedua pasangan sudah lebih tenang dan sama-sama terbuka untuk berdiskusi, percakapan dapat berlangsung lebih baik dan risiko konflik semakin memanas bisa dikurangi.

3. Memiliki Nilai-Nilai yang Sejalan

Selain cara menghadapi masalah, kesamaan dalam hal-hal mendasar juga dapat membantu hubungan bertahan dalam jangka panjang.

Kesamaan minat memang menyenangkan, tetapi bukan satu-satunya hal yang penting. Pasangan perlu memiliki kesepahaman mengenai komitmen, anak, karier, cara menunjukkan kasih sayang, tujuan hidup, hingga pilihan tempat tinggal.

Batasan dengan keluarga maupun teman juga perlu dibicarakan bersama. Meski begitu, keselarasan bukan berarti harus melakukan segala sesuatu bersama. Masing-masing tetap membutuhkan ruang untuk menjadi dirinya sendiri di luar hubungan.

4. Mau Berbagi Kehidupan Satu Sama Lain

Rasa dekat juga tumbuh ketika pasangan bersedia membuka bagian-bagian penting dalam kehidupannya. Ini mencakup pengalaman pribadi, masalah yang sedang dihadapi, hal yang disukai dan tidak disukai, hingga latar belakang keluarga.

Menurut Feuerman, keterbukaan dapat dilakukan secara bertahap sambil melihat bagaimana pasangan merespons. Ketika keterbukaan disambut dengan empati dan perhatian, rasa percaya serta kedekatan akan semakin kuat.

Sebaliknya, terlalu sering menutup diri atau menyimpan hal-hal penting seorang diri dapat membuat pasangan perlahan berjarak.

5. Saling Berempati

Keterbukaan tentu perlu diikuti kemampuan untuk memahami perasaan dan sudut pandang pasangan. Di sinilah empati menjadi penting.

Dalam hubungan asmara, pasangan perlu terbiasa memberikan dukungan, mengakui kesalahan dan meminta maaf ketika berbuat keliru, serta berusaha memahami sudut pandang satu sama lain meskipun memiliki pendapat berbeda.

Hubungan yang sehat juga tidak menempatkan salah satu pihak sebagai sosok yang selalu lebih tinggi. Kedua pasangan perlu saling menghargai dan diperlakukan sebagai pihak yang setara.

6. Menjaga Kasih Sayang

Pada akhirnya, kedekatan dalam hubungan tidak hanya dibangun melalui percakapan. Kasih sayang dan keintiman fisik juga dapat membantu pasangan mempertahankan rasa terhubung.

Feuerman menyebut sentuhan dan kasih sayang sebagai bagian dari hubungan romantis. Namun, kedekatan fisik harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasangan dan memberikan rasa nyaman bagi kedua pihak tanpa adanya tekanan.

Hal tersebut perlu berjalan beriringan dengan kedekatan emosional. Berbagi perasaan, saling memahami, memberikan apresiasi, dan menunjukkan kepedulian merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu pasangan tetap merasa dekat, bahkan ketika usia terus bertambah.