BPJS Kesehatan Usulkan Mahasiswa Baru Harus Jadi Peserta Aktif

Direktur Utama BPJS Kesehatan mengusulkan kepesertaan aktif asuransi tersebut menjadi syarat bagi mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 20 Mei 2026, 14:40 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengusulkan agar mahasiswa baru yang mendaftar perguruan tinggi sudah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. (Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com).

Liputan6.com, Bandung- Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengusulkan agar mahasiswa baru yang hendak berkuliah di perguruan tinggi menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Terkait usulan tersebut, pihaknya telah menyurati Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti).

“Kami sedang merencanakan dan bersurat ke Kemendikti agar bisa diterima pengajuan kerja sama yang mana nanti setiap mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi BPJS-nya harus aktif,” kata Pujo di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat pada Rabu (20/5/2026).

Menurut Pujo, usulan tersebut bisa menambah jumlah peserta BPJS Kesehatan. Saat ini, BPJS Kesehatan telah memiliki 285 juta peserta atau sekitar 98,8 persen dari total penduduk Indonesia.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai penting untuk menjamin perlindungan kesehatan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Terlebih, banyak mahasiswa yang merantau dari luar daerah untuk kuliah.

Di kesempatan yang sama, Rektor Unpad Prof. Dr. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., PhD menyambut baik usulan tersebut.

“Menurut saya policy ini sangat bagus. Karena kami di perguruan tinggi menyadari kalau mahasiswa mengalami sesuatu dan tidak terkover BPJS, lalu bagaimana pembayarannya,” ujar Arief.

 

Unpad Sudah Terapkan Aturan Mahasiswa Baru Mesti Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Rektor Unpad Prof. Dr. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., PhD. (Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com)

Arief mengatakan bahwa sudah dua tahun terakhir salah satu syarat mahasiswa mendaftar di perguruan tinggi negeri tersebut memiliki BPJS Kesehatan. 

"Di Unpad sebenarnya sudah melaksanakan itu. Jadi sebelum manashiswa baru akan kami wajibkan kalau tidak aktif BPJS dia tidak bisa daftar ulang sebagai mahasiswa," tutur Arief menjawab pertanyaan Liputan6.com.

Menurutnya, kebijakan persyaratan ini untuk kepentingan mahasiswa tersebut bilamana nanti sakit atau mengalami kecelakaan maka ada jaminan kesehatan. 

"Ini untuk kepentingan mereka sendiri. Kami sering mendapatkan mahasiswa tiba-tiba sakit,tiba-tiba kcelakaan jadi itu siapa yang menanggung," kata Arief.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya