Terapi Osteoartritis Perlu Dibarengi Latihan Fisik

Terapi dengan modalitas alat perlu dilakukan pada pasien osteoartritis tapi tak cukup dengan itu saja.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 29 Mei 2026, 13:00 WIB
Tak Hanya Dengan Alat, Terapi Pasien Osteoartritis Perlu Dibarengi Latihan Fisik. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Osteoartritis adalah radang sendi yang dipicu kerusakan tulang rawan akibat penggunaan dalam jangka waktu lama. Umumnya, osteoartritis menyerang sendi lutut sehingga timbul nyeri ketika digerakkan.

Untuk mengatasinya, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dari RS EMC Sentul, Novaria Puspita, menjelaskan soal terapi dan latihan fisik yang baik bagi pasien osteoartritis.

“Beberapa dekade lalu mungkin kita belum populer dengan terapi-terapi fisik atau fisioterapi. Tapi ke sini-sini, terapi dengan modalitas alat mulai populer. Ada alat yang menggunakan frekuensi listrik yang punya efek mengurangi nyeri,” kata Novaria dalam Healthy Monday bersama Liputan6.com, Senin, 25 Mei 2026.

Selain itu, banyak pula terapi lain, termasuk terapi modern menggunakan laser. Terapi dengan alat dapat membantu mengurangi nyeri dan membantu perbaikan peradangan. Namun, pasien tetap perlu latihan.

“Nah, latihan ini untuk penguatan prinsipnya, harus dikuatkan ototnya karena lutut ini menopang beban tubuh baik dari atas dan dari bawah. Terutama otot paha depan, paha belakang, otot betis, otot bokong dan batang tubuh nah itu penting untuk dilakukan penguatan,” paparnya.

Latihan Fleksibilitas

Di samping itu, latihan fleksibilitas juga menjadi hal penting. Pasalnya, pada osteoartritis masalahnya bukan hanya soal otot lemah tapi juga sering ototnya kaku.

“Baik sendinya yang kaku atau pun sendinya tegang, artinya kita harus latihan fleksibilitas,” ujar Novaria.

Latihan Kardio

Tak henti di situ, latihan kardio atau kebugaran juga tak boleh terlewatkan. Pasalnya, latihan bukan hanya untuk memperkuat dan memperlentur tapi juga untuk memperbaiki proses peradangan di dalam tubuh.

“Tapi latihannya seperti apa? Intinya jangan yang makin membebani lutut yaitu olahraga yang sifatnya low impact, contohnya hidroterapi atau olahraga di air, senam di air. Bisa juga sepeda statis,” ujarnya.

Osteoartritis Sering Serang Sendi Lutut

Dalam kesempatan yang sama, dokter ortopedi dan traumatologi, konsultan hip and knee RS EMC Grha Kedoya, Rudi Hadinata, menambahkan bahwa osteoartritis dapat menyerang semua sendi, baik yang besar maupun yang kecil.

“Khusus untuk Osteoartritis ini lebih menyerang yang besar dan yang paling umum terkena ya lutut, sendi panggul, dan bisa pula memengaruhi sendi tulang belakang,” kata Rudi.

Lantas, mengapa lutut menjadi sendi yang paling sering terkena osteoartritis?

“Karena osteoartritis sendiri kan dikaitkan dengan sendi yang sudah kita gunakan seumur hidup. Lutut kita memang menanggung beban tubuh kita, kurang lebih sekitar 90 persen dari bobot tubuh kita memang ditanggung oleh sendi lutut kita,” papar Rudi.

Beban sendi lutut kian besar ketika berat badan terus naik. Berat badan adalah salah satu faktor risiko terjadinya osteoartritis atau pengapuran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya