Liputan6.com, Jakarta - Diet Bible atau diet Alkitab belakangan menjadi tren setelah diperkenalkan oleh sejumlah influencer gaya hidup, salah satunya Kayla Bundy. Menurut Kayla, menjaga pola makan bukan sekadar untuk penampilan, tetapi juga merupakan bagian dari menjalankan nilai-nilai spiritual. Dia meyakini bahwa tubuh adalah 'bait suci' yang perlu dijaga, termasuk melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Dalam wawancaranya dengan NY Post, Kayla mengatakan bahwa prinsip diet bible pada dasarnya mengajak seseorang kembali mengonsumsi makanan alami sebagaimana yang diyakini tersedia sebelum hadirnya industri makanan modern.
Advertisement
Perempuan asal Michigan, Amerika Serikat, yang kini tinggal di Bali ini mulai mengubah pola makannya sekitar delapan tahun lalu. Dia mengurangi konsumsi makanan olahan, minuman tinggi gula, dan makanan cepat saji yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya.
Secara bertahap, Kayla meninggalkan es krim, frappuccino, serta berbagai makanan gorengan dan beralih ke makanan yang lebih alami. Perubahan tersebut tidak hanya membantunya menurunkan berat badan, tetapi juga membuatnya merasa lebih sehat secara fisik dan spiritual.
Kini, Kayla dikenal sebagai salah satu figur dalam komunitas diet bible yang berkembang pesat di dunia maya. Para pengikutnya berupaya menerapkan pola makan yang berfokus pada bahan pangan yang disebutkan dalam Alkitab, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan madu.
Popularitas diet bible terus meningkat, bahkan menarik minat banyak orang yang tidak memiliki latar belakang agama tertentu. Tren ini semakin ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mendukung gaya hidup sehat.
Secara umum, diet bible menekankan konsumsi makanan alami dan minim proses, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, produk susu alami, serta lemak sehat. Sebaliknya, pengikutnya dianjurkan membatasi makanan gorengan, tinggi gula, dan produk ultra-proses yang umum ditemukan dalam pola makan modern.
Karena itu, diet bible tidak hanya dipandang sebagai metode penurunan berat badan, tetapi juga sebagai cara untuk membangun hubungan yang lebih sadar antara pola makan, kesehatan, dan nilai-nilai spiritual.
Penulis: Dea Sifa/Lifestyle Liputan6.com
Prinsip Diet Bible
Salah satu prinsip utama diet bible adalah memilih makanan yang dianggap "bersih" berdasarkan ajaran Alkitab. Para penganutnya merujuk pada Kitab Imamat 11:3 yang menyebutkan bahwa hewan yang boleh dikonsumsi adalah hewan berkuku belah dan memamah biak.
Menurut ahli gizi klinis Josh Axe, kelompok ini mencakup sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, dan antelop. Sementara itu, hewan seperti babi, unta, kelinci, dan luak batu tidak termasuk dalam kategori yang dianjurkan.
Aturan serupa juga berlaku untuk makanan laut. Dalam diet bible, ikan yang memiliki sirip dan sisik diperbolehkan untuk dikonsumsi, sedangkan kerang dan beberapa jenis makanan laut lainnya umumnya dihindari.
Untuk unggas, sebagian besar jenis burung diperbolehkan, kecuali burung pemakan bangkai seperti elang, burung nasar, dan gagak. Bagi para pengikutnya, pola makan ini bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga bentuk penghayatan spiritual.
Mereka kerap mengutip ayat 1 Korintus 10:31 yang berbunyi, "Baik kamu makan, minum, atau melakukan apa pun, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah."
Mirip Diet Mediterania dan DASH
Banyak ahli menilai keberhasilan diet bible tidak terlepas dari kemiripannya dengan pola makan sehat yang sudah lama diteliti. Diet ini sering dibandingkan dengan diet mediterania yang kaya lemak sehat dan protein berkualitas, serta diet DASH yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan otak.
Brooke Paniri, ahli diet terdaftar dari Program Manajemen Berat Badan NYU Langone, menjelaskan bahwa prinsip diet bible pada dasarnya sejalan dengan pola makan sehat yang menitikberatkan pada konsumsi bahan pangan alami dan minim proses.
Menurutnya, banyak makanan modern mengalami proses pengolahan yang tidak dikenal pada masa Alkitab. Dalam beberapa kasus, konsumsi makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan berbagai masalah kesehatan.
Diklaim Membantu Menurunkan Berat Badan
Sejumlah orang mengaku berhasil menurunkan berat badan setelah menerapkan diet bible. Savanah Willow, misalnya, mengklaim berhasil menurunkan sekitar 40 kilogram dalam sembilan bulan.
Lucy Alexandria juga menyebut dirinya berhasil memangkas lebih dari 70 kilogram melalui kombinasi konsumsi makanan alami dan pengaturan porsi makan yang lebih baik.
Selain itu, aktor Hollywood Chris Pratt pernah mengungkapkan bahwa perubahan pola makan yang terinspirasi dari prinsip-prinsip dalam Perjanjian Lama turut membantunya menurunkan berat badan sekitar 27 kilogram saat mempersiapkan berbagai peran film.