4 Kebiasaan Setelah Jam 5 Sore yang Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Sering dilakukan setelah jam 5 sore, 4 kebiasaan ini ternyata bisa meningkatkan risiko stroke.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mencegah stroke bukan hanya soal menjaga kebiasaan sehat pada pagi dan siang hari. Apa yang dilakukan setelah jam 5 sore juga dapat memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Risiko stroke memang meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, stroke dapat terjadi pada siapa saja. Oleh sebab itu, kebiasaan yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah perlu dibangun sejak dini.

Ahli gizi Liz Weiss, M.S., RDN mengatakan bahwa rutinitas malam hari sering kali berdampak pada kesehatan jangka panjang tapi kerap tidak disadari.

"Rutinitas malam hari memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesehatan jangka panjang daripada yang disadari banyak orang," ujar Weiss seperti dikutip dari eatingwell pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Setelah seharian beraktivitas, seseorang mungkin memilih bersantai di sofa, memesan makanan, menikmati minuman beralkohol, atau mengonsumsi camilan manis.

Jika dilakukan terus-menerus, kata Weiss, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap sejumlah faktor risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak terkontrol, dan kenaikan berat badan.

Berikut empat kebiasaan setelah jam 5 sore yang perlu diperhatikan:

1. Makan Malam Tinggi Garam

Natrium memang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kerja otot. Namun, terlalu banyak mengonsumsi natrium dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu faktor risiko utama stroke.

Makanan restoran, pizza, sup, daging olahan, dan makanan pesan-antar sering kali mengandung natrium dalam jumlah tinggi.

"Garam sering kali menumpuk tanpa disadari saat makan malam," kata Weiss.

Oleh sebab itu, lebih sering memilih makanan rendah natrium saat makan malam dapat membantu menjaga tekanan darah.

Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) juga dapat menjadi pilihan karena dirancang untuk membantu mengendalikan tekanan darah.

2. Minum Alkohol

Segelas wine atau koktail setelah makan malam mungkin terasa menyenangkan untuk melepas penat. Namun, menjadikan alkohol sebagai rutinitas setiap malam dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan.

Ahli gizi Rosanne Rust, M.S., RDN mengatakan bahwa alkohol berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah serta meningkatkan peradangan.

"Alkohol berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah serta meningkatkan peradangan," kata Rust.

Minum alkohol pada malam hari juga dapat mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Gangguan tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke.

3. Mengonsumsi Camilan Tinggi Gula

Rasa lapar setelah pulang kerja sering membuat seseorang mengambil camilan manis atau minuman tinggi gula. Padahal, jika terlalu sering dilakukan, kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan gula tambahan.

Dalam jangka panjang, konsumsi gula tambahan berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2 yang berkaitan dengan risiko stroke.

Sebagai gantinya, pilih camilan yang mengandung protein, serat, atau lemak sehat. Buah dengan yoghurt, kacang-kacangan tanpa garam, atau sayuran dengan hummus bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

4. Terlalu Lama Duduk

Setelah seharian bekerja, duduk santai di sofa memang terasa menggoda. Namun, jika sebagian besar waktu sudah dihabiskan dengan duduk, melanjutkan kebiasaan sedentari hingga malam dapat membuat tubuh semakin kurang bergerak.

"Memutus periode duduk yang terlalu lama dapat meningkatkan sirkulasi, membantu menjaga kadar gula darah, serta mendukung kesehatan jantung dan otak secara keseluruhan," ujar Weiss.

Tidak perlu melakukan olahraga berat untuk mengurangi waktu duduk. Jalan kaki selama 15–20 menit setelah makan malam, melakukan peregangan sambil menonton televisi, atau mengerjakan pekerjaan rumah dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh tetap aktif.

 

Kebiasaan Sederhana untuk Menurunkan Risiko Stroke

Mencegah stroke tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain mengurangi makanan tinggi garam, membatasi alkohol, dan memilih camilan bergizi, cobalah menerapkan pola makan DASH, memperbanyak sayur dan buah, serta rutin berjalan kaki setelah makan malam.

"Pencegahan stroke bukan tentang menjadi sempurna. Yang penting adalah menciptakan rutinitas yang membantu tubuh memulihkan diri di penghujung hari, bukan justru menambah stres," kata Weiss.

Dengan demikian, memperhatikan kebiasaan setelah jam 5 sore dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta membantu menurunkan risiko stroke.