Kenali Gejala Kanker Endometrium, Jangan Abaikan Pendarahan Usai Menopause

Keluhan ini kerap dianggap sebagai perubahan hormonal biasa sehingga banyak perempuan terlambat memeriksakan diri.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 02 Juli 2026, 20:00 WIB
Kanker endometrium. (Foto: Unsplash/Elen Sher)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu gejala kanker endometrium yang paling sering muncul adalah pendarahan yang tidak normal, baik setelah menopause maupun di luar siklus menstruasi. Sayangnya, keluhan ini kerap dianggap sebagai perubahan hormonal biasa sehingga banyak perempuan terlambat memeriksakan diri ke dokter.

"Penting bagi setiap perempuan, terutama yang telah memasuki masa menopause atau memiliki faktor risiko tertentu, untuk mengenali gejala kanker endometrium," kata dokter Renny Anggia Julianti, SpOG, Subsp. Onk dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dalam temu media di Jakarta. 

Renny mengungkapkan gejala utama kanker endometrium termasuk pendarahan vagina setelah menopause (pascamenopause). Lebih lanjut ia mengungkapkan pendarahan yang terjadi setelah menopause tidak selalu karena kanker endometrim. Meski begitu segera periksakan bila mengalaminya. 

"Karena perdarahan pascamenopause merupakan gejala utama kanker endometrium, maka setiap kondisi perdarahan setelah menopause sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui," kata Renny. 

Lalu, gejala lain kanker endometrium adalah perubahan pola menstruasi pada perempuan pramenopause, seperti pendarahan yang sangat hebat dan flek di luar jadwal haid.

Selain itu, kanker endometrium juga sering disertai dengan gejala tambahan, seperti:

  • Keputihan encer atau bercampur darah
  • Nyeri pada panggul dan perut bagian bawah
  • Sakit saat berhubungan intim atau saat buang air kecil
  • Ukuran rahim membesar.

 

 

Faktor Risiko Kanker Endometrium

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti kanker endometrium belum diketahui. Namun, kondisi ini sangat berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

"Hormon estrogen yang terlalu tinggi dan tidak diimbangi oleh hormon progesteron dapat memicu penebalan dinding rahim yang berujung pada kanker," kata Renny.

Seorang perempuan akan lebih berisiko terkena kanker endometrium jika memiliki faktor-faktor berikut: 

  • Terbiasa mengonsumsi obat yang mengandung estrogen atau menstimulasi estrogen.
  • Overweight atau memiliki berat badan berlebih
  • Gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle)
  • Mengalami infertilitas
  • Sindrom metabolik, seperti diabetes melitus, hipertensi, hipertrigliseridemia
  • Faktor genetik, seperti lynch syndrome atau mutasi gen BRCA.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya