Liputan6.com, Jakarta - Kanker bukanlah penyakit yang baru muncul di era modern. Studi medis menunjukkan bahwa penyakit ini telah ada jauh sebelum peradaban manusia berkembang.
Melansir American Cancer Society pada Sabtu (8/8/2026), kanker telah menyerang hewan selama jutaan tahun. Para ilmuwan bahkan menemukan jejak kanker pada fosil tulang dinosaurus yang hidup sekitar 70 hingga 80 juta tahun lalu.
Pada manusia, bukti awal kanker ditemukan pada fosil tulang dan mumi Mesir Kuno dari sekitar 3000 Sebelum Masehi (SM). Catatan tertulis tertua mengenai kanker juga berasal dari periode tersebut, yakni Edwin Smith Papyrus, yang mendeskripsikan kondisi berupa "tumor benjolan pada payudara".
Advertisement
Dari Mana Istilah Kanker Berasal?
Istilah kanker dipercaya berasal dari dokter Yunani kuno Hippocrates (460–370 SM). Dia menggunakan istilah karkinos atau karkinoma, yang berkaitan dengan kata 'kepiting', untuk menggambarkan bentuk tumor.
Beberapa abad kemudian, dokter Yunani Galen (130–200 M) memperkenalkan istilah oncos, yang berarti pembengkakan dalam bahasa Yunani, untuk menggambarkan tumor.
Dari istilah oncos kemudian lahir istilah oncology, yaitu ilmu yang mempelajari kanker, serta oncologist untuk dokter yang menangani kanker.
Perkembangan Penelitian Kanker
Pemahaman manusia mengenai kanker berkembang pesat pada abad ke-18. Dokter asal Italia, Giovanni Morgagni, memelopori bidang patologi melalui autopsi pada 1761.
Dia menghubungkan penyakit yang dialami seseorang semasa hidup dengan kondisi organ tubuhnya setelah meninggal. Pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar berkembangnya penelitian kanker secara ilmiah.
Memasuki abad ke-19, perkembangan mikroskop modern menghasilkan sejumlah penemuan penting. Ilmuwan mulai mengetahui bahwa kanker terdiri atas sel dan sel kanker memiliki karakteristik yang berbeda dari sel normal ketika diamati di bawah mikroskop.
Penemuan ini memungkinkan para ilmuwan mempelajari perilaku sel kanker hingga perubahan yang terjadi pada tingkat molekuler.
Hingga kini, pemeriksaan jaringan menggunakan mikroskop masih menjadi bagian penting dalam diagnosis kanker. Dokter patologi dapat memeriksa jaringan hasil operasi untuk memastikan keberadaan kanker dan menilai apakah seluruh sel kanker telah diangkat.
Perkembangan patologi, biologi molekuler, dan epidemiologi kemudian membantu meningkatkan deteksi dini serta efektivitas pengobatan kanker.
Kapan Kanker Pertama Kali Muncul pada Manusia?
Menurut Worldwide Cancer Research, kanker juga bukan kondisi yang baru muncul pada manusia modern. Manusia dan kerabat purba diperkirakan telah hidup berdampingan dengan kanker sejak masa lampau.
Salah satu bukti tertua ditemukan pada fosil tulang jari kaki kiri berusia sekitar 1,7 juta tahun di Afrika Selatan. Fosil tersebut menunjukkan jejak osteosarkoma atau kanker tulang.
Osteosarkoma hingga kini masih menjadi salah satu kanker tulang primer yang paling umum dan banyak ditemukan pada kelompok usia remaja hingga dewasa muda.
Mengapa Kasus Kanker Meningkat?
Meski kanker telah ada sejak jutaan tahun lalu, jumlah kasus yang terdiagnosis saat ini memang jauh lebih tinggi. Kasus kanker global diperkirakan meningkat dari sekitar 20 juta pada 2022 menjadi lebih dari 35 juta pada 2050.
Namun, peningkatan tersebut tidak berarti kanker baru muncul akibat kehidupan modern. Pertumbuhan populasi dunia membuat jumlah orang yang berisiko terkena kanker semakin besar.
Selain itu, usia harapan hidup yang semakin panjang turut berpengaruh. Kanker lebih sering menyerang kelompok usia lanjut. Ketika semakin banyak orang hidup hingga usia tua, semakin besar pula kemungkinan kanker terdeteksi.
Oleh sebab itu, tingginya kasus kanker saat ini merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk pertumbuhan populasi, meningkatnya usia harapan hidup, serta kemampuan medis yang semakin baik dalam mendeteksi penyakit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4457748/original/071069700_1686193850-angiola-harry-nJv6xnlpNaA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317475/original/045189200_1786014384-Dokter_spesialis_anak_konsultan_hematologi_onkologi__dr._Catur_Sapariyanto__Sp.A.__Subsp._H.Onk.__K_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317474/original/018327800_1786014384-Dokter_spesialis_bedah_saraf__Dr._dr._Andri_Anugerah_K.__Sp.BS_K___M.Kes.__Brigadir_Jenderal_TNI__Purn_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534668/original/030110600_1773879420-atap_seng2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2403123/original/018454200_1541657097-tamara-bellis-218828-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2403141/original/016094400_1541657945-ruben-hutabarat-321378-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311110/original/091684600_1785388195-IMG_6242.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308609/original/052804900_1785150510-Keigo_Higashino.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299293/original/022291200_1784207987-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600637/original/087878800_1780384423-budi__6_.jpeg)