6 Dampak Karies pada Anak, Tak Cuma Bikin Sakit Gigi

Tak cuma bikin sakit gigi, karies bisa menyebabkan anak sulit mengunyah yang bisa berujung masalah gizi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 17 Juli 2026, 10:30 WIB
gigi karies pada anak sumber foto: freepik

Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak bisa mengalami karies gigi atau early childhood caries. Bila tidak segera ditangani dampaknya bukan cuma bikin anak sakit gigi. 

Drg Alana Aluditasari SpKGA mengatakan karies gigi merupakan kondisi kerusakan pada enamel gigi karena demineralisasi, yaitu hilangnya mineral dari jaringan gigi. Kondisi ini kerap disebut sebagai gigi berlubang. Bila tidak segera ditangani dapat menyebar lebih dalam hingga mencapai lapisan dentin dan pulpa gigi.

Berikut beberapa dampak dari karies jika tidak segera ditangani:

1. Menimbulkan sakit gigi

Sakit gigi merupakan dampak karies yang paling mudah disadari oleh anak. Karies merusak struktur gigi dan menyebabkan gigi berlubang, rapuh, bahkan patah. Hal ini membuat berbagai macam rangsangan yang diterima gigi dari makanan dan minuman panas, dingin, atau manis, langsung mencapai bagian dalam gigi yang sensitif sehingga menimbulkan rasa sakit.

2. Mengganggu aktivitas harian

Saat mengalami sakit gigi, biasanya anak menjadi lebih rewel hingga berdampak aktivitas hariannya. Ia jadi lebih lemas dan tidak semangat bermain, kehilangan konsentrasi dalam belajar, bahkan susah untuk tidur.

"Bayangkan kalau gigi anak sakit terus. Bagaimana dia mau sekolah atau beraktivitas dengan nyaman?" kata Alana dalam sesi interview bersama RS Pondok Indah secara daring.

 

3. Kesulitan mengunyah makanan

Salah satu fungsi utama gigi adalah mengunyah makanan. Jika gigi tanggal sebelum waktunya akibat komplikasi karies gigi, ia jadi kesulitan untuk mengunyah makanan.

 

4. Mengganggu tumbuh kembang

Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, Alana Aluditasari bicara tentang early childhood caries.

Karies yang dibiarkan tanpa penanganan membuat sakit gigi yang dirasakan anak berlangsung lama. Hal ini berpengaruh buruk terhadap nafsu makannya. Tanpa nutrisi yang cukup, anak berisiko mengalami kekurangan gizi hingga mengganggu proses tumbuh kembangnya.

"Bahkan bisa sampai stunting juga," tutur Alana. 

5. Meningkatkan risiko penyebaran infeksi

Jika tidak ditangani dengan tepat, gigi berlubang akibat karies dapat menjadi jalan masuknyabakteri dan menimbulkan infeksi. Infeksi ini juga dapat menyebar hingga ke gusi, tulang rahang, bahkan organ tubuh lain apabila tidak diobati dengan tepat.

6. Menyebabkan masalah pada pertumbuhan gigi

Gigi susu menjadi panduan pertumbuhan gigi permanen. Apabila gigi susu tanggal terlalu cepat akibat karies, bisa jadi gigi permanen tumbuh tidak beraturan atau justru terjebak di dalam gusi (impaksi).

"Jadi, karies gigi tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi susu, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan gigi dewasa pada anak," tutur wanita lulusan pendidikan spesialis kedokteran gigi anak di Universitas Indonesia itu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya