5 Tips agar Karyawan Tetap Sehat di Tengah Kesibukan

Langkah-langkah preventif yang perlu karyawan lakukan agar tetap sehat dan produktif.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Data Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 yang dirilis Halodoc menunjukkan setiap kelompok usia karyawan memiliki risiko penyakit yang berbeda.

Pekerja berusia di bawah 30 tahun lebih banyak mengalami penyakit akut seperti ISPA, demam dan diare. Sedangkan mereka yang berusia 30 tahun ke atas mulai rentan mengalami gangguan otot dan sendi. Memasuki usia 50 tahun, risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular pun meningkat.

Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, Chief of Medical Halodoc, dokter Irwan Heriyanto, MARS menekankan pentingnya langkah-langkah preventif agar karyawan tetap sehat dan produktif. Apa saja yang bisa dilakukan?

 1. Rutin menjalani skrining kesehatan atau medical check-up (MCU).

"Ini yang pertama dan utama ya, sehingga bisa mengetahui risiko kesehatan karyawan tersebut," kata Irwan dalam konferensi pers Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).

Program skrining bisa difasilitasi oleh perusahaan dan disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan maupun risiko kesehatan di lingkungan kerja. Misalnya pekerja di sektor tambang bisa berbeda dengan yang bekerja di bidang teknologi. 

2. Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.

Karyawan dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan tidak berlebihan, serta membatasi makanan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

3. Aktif bergerak dan rutin berolahraga.

Aktivitas fisik penting untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi risiko gangguan otot, sendi, maupun penyakit kronis.

4. Mengelola stres dengan baik.

Stres yang tidak terkendali dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental sehingga perlu dikelola secara tepat.

 

Vaksinasi

5. Melengkapi vaksinasi yang direkomendasikan.

Melakukan program vaksinasi sesuai kebutuhan, misalnya vaksin influenza. "Vaksin flu dapat mengurangi kunjungan ke rumah sakit hingga 66 persen. Artinya, pekerja yang sudah divaksin memiliki perlindungan yang lebih baik dibandingkan yang belum divaksin," jelas Irwan.

Selain melindungi kesehatan karyawan, penerapan langkah preventif seperti skrining kesehatan, vaksinasi, serta pola hidup sehat juga dapat memberikan manfaat ekonomi.

"Upaya preventif bisa menekan biaya kesehatan hingga tiga kali lipat. Kalau penyakit bisa dicegah sejak awal, manfaatnya bukan hanya untuk karyawan, tetapi juga mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan perusahaan," ujarnya.