Tekanan Berlebihan dari Orangtua Bisa Ganggu Kesehatan Mental Anak

Sebaliknya, suasana yang hangat dan penuh kasih sayang di keluarga mendukung anak punya mental yang sehat.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 22 Juli 2026, 09:00 WIB
Orangtua marah-marah (Foto dok: Freepik/EyeEm).

Liputan6.com, Jakarta - Orangtua yang terus-menerus menuntut anak mencapai target tertentu tanpa memberikan ruang untuk berkembang dapat memengaruhi kesehatan mental anak.

"Perilaku parenting dari orangtua, yang punya target tertentu, yang senantiasa menekan anaknya, sehingga anak dalam suasana under pressure," kata Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yuniarto.

Piprim mengajak orangtua untuk menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang bagi anak serta menerapkan konsep asah, asih, dan asuh dalam mendidik anak.

"Kita seringkali mengira bahwa anak-anak ini belum saatnya atau jarang mengalami gangguan mental. Tetapi ternyata tidak seperti itu ya, gangguan pada anak tidak mudah dideteksi, sehingga dibutuhkan kepekaan dari orangtua," katanya.

Di kesempatan yang sama, Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr. Angga Wirahmadi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S.(K) mengatakan bahwa para remaja juga menghadapi faktor-faktor yang berisiko memicu masalah kesehatan mental.

"Pada fase ini berbagai faktor risiko mulai terbentuk, baik untuk penyakit fisik maupun kesehatan mental," katanya mengutip Antara.

Menurut dia, kesehatan mental remaja bisa dipengaruhi oleh faktor seperti lingkungan pertemanan, lingkungan sekolah, penggunaan media sosial, konflik dalam keluarga, sampai gaya hidup yang tidak sehat.

Angga mengemukakan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan mental remaja menyusul kasus peledakan bom rakitan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar di MAN 3 Kota Padang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya