Liputan6.com, Jakarta - Kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria selaku Duta Kehormatan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) ke Jakarta membuka peluang kerja sama baru untuk mengoptimalkan pengembangan genomika di Indonesia melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi).
Perwakilan UNDP Indonesia, Siprianus Bate Soro, mengatakan, BGSi merupakan salah satu program nasional unggulan Kementerian Kesehatan yang didukung UNDP. Program ini memanfaatkan ilmu genomika untuk memperkuat kedokteran presisi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi wabah.
"Tentu saja ada harapan bahwa melalui kunjungan ini akan ada kerja sama baru. Sementara tadi sifatnya baru memperkenalkan programnya, belum ada pembicaraan yang lebih teknis," kata Siprianus di Pusat Biomedis dan Genomika Kesehatan, Gedung Eijkman, Jakarta, dikutip dari Antara pada Sabtu, 5 September 2026.
Advertisement
Menurut Siprianus, BGSi masih dalam proses pengembangan menuju fungsi yang optimal. Salah satu tantangan utamanya adalah pemenuhan kebutuhan data genomik dan kapasitas penyimpanan data.
Dia, menjelaskan, pengembangan BGSi membutuhkan biobank atau ketersediaan data genomik dalam jumlah besar. Data tersebut saat ini masih terus dikumpulkan.
Selain jumlah data, infrastruktur penyimpanan juga perlu diperkuat. BGSi diperkirakan membutuhkan kapasitas penyimpanan sekitar 10 petabyte, sedangkan kapasitas yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 4,5 petabyte.
"Pak Menteri sendiri menyampaikan bahwa keinginannya adalah jumlah data genomic science yang mau dikumpulkan dalam BGSi itu masih diperlukan banyak sekali. Data server juga masih diperlukan banyak sekali," ujar Siprianus.
Menurut dia, percepatan pengumpulan data genomik dan penambahan kapasitas penyimpanan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. "Kecepatan pengumpulan data-data seperti ini sangat tergantung dari anggaran yang tersedia," katanya.
Siprianus menilai kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pengembangan BGSi, baik dalam hal pengumpulan data genomik maupun penguatan infrastruktur penyimpanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341007/original/003808000_1788564003-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin_bersama_Putri_Mahkota_Swedia_Victoria__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339477/original/045078600_1788417734-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia_Budi_Gunadi_Sadikin_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes__Mufidah_Weny_Setiana__Lulu_Khoirun_Nisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9337958/original/094492000_1788267237-pg01-menkes-who-be9f56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335269/original/078363900_1787933689-1001045939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479339/original/009842300_1768974917-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308738/original/092902600_1785193598-55422578231_bab25b617c_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328494/original/031691000_1787196472-Menteri_Kesehatan_RI_Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323959/original/028300400_1786683916-20260813_153439.jpg)