Putri Mahkota Victoria Terpukau Melihat Pengembangan Genomika Indonesia

Pengembangan genomika Indonesia menarik perhatian Putri Mahkota Victoria saat berkunjung ke Gedung Eijkman.

Diterbitkan 05 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, memaparkan pengembangan genomika di Indonesia melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) kepada Putri Mahkota Swedia, Victoria. Putri Mahkota Victoria mengunjungi Pusat Biomedis dan Genomika Kesehatan di Gedung Eijkman, Jakarta pada Jumat, 4 September 2026, dalam kapasitasnya sebagai Duta Kehormatan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

Dalam pertemuan tersebut, Menkes Budi mengatakan Victoria tertarik setelah mengetahui Indonesia telah mengembangkan program yang memanfaatkan ilmu genomika untuk memperkuat kedokteran presisi dan kesiapsiagaan menghadapi wabah.

"Dia tertarik karena dia tidak sadar Indonesia sudah melakukan ini. Ini kan inisiatif yang dilakukannya di Eropa, Amerika, UK, UAE. Negara-negara kaya kan mereka ingin usia panjang kan? Orang kaya nggak ingin meninggalnya cepat, ingin umurnya 120 tahun, 130 tahun," kata Menkes Budi dikutip dari Antara pada Sabtu, 5 September 2026.

Budi menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan membuat peneliti kini semakin mampu memahami cara kerja tubuh manusia, termasuk dari komponen terkecil yang disebut DNA.

 

Pemahaman terhadap DNA memungkinkan tenaga kesehatan dan peneliti mengidentifikasi karakteristik genetik yang berkaitan dengan penyakit. Dengan begitu, diagnosis dan pengobatan di masa depan dapat dilakukan secara lebih tepat berdasarkan kondisi biologis setiap individu.

Menurut Budi, teknologi genome sequencing sebelumnya banyak digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik virus. Kini, teknologi serupa juga dikembangkan untuk memahami genom manusia yang jauh lebih kompleks.

"Virus kan cuma 30 ribu base pair. Kalau manusia itu ada 2 miliar. Jadi kalau misalnya ginjalnya rusak, ya salah satu DNA-nya itu mesti dibenarkan, yang mana, kita mesti cari," ujarnya.

Selain mengumpulkan data genom dari pasien rumah sakit, pemerintah juga mulai memasukkan data masyarakat sehat untuk membangun basis data genom Indonesia.

 

Pengembangan basis data tersebut membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar. Budi menyebut kapasitas data yang tersedia saat ini mencapai sekitar 4,5 petabyte dan ditargetkan meningkat menjadi 10 petabyte.

Melalui program BGSi yang didukung UNDP, Kementerian Kesehatan telah membangun 10 pusat genomik khusus dan 29 laboratorium surveilans nasional. Pemerintah juga menargetkan dapat melakukan sekuensing terhadap 400.000 genom hingga 2030.

Sementara itu, Putri Mahkota Victoria tiba di Indonesia pada Jumat untuk menjalani kunjungan resmi selama empat hari di Jakarta dan Lombok.

Dalam kunjungan tersebut, Victoria dijadwalkan melihat langsung berbagai perkembangan Indonesia, mulai dari sains genomik dan digitalisasi layanan kesehatan hingga ekosistem biru, hutan adat, serta komunitas yang berperan dalam membangun masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.