5 Manfaat Mendengarkan Anak secara Aktif

Jangan abai terhadap perasaan dan pendapat anak, demi tumbuh kembang percaya diri dan menghargai lingkungan sosial.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 23 Juli 2026, 18:50 WIB
Orangtua perlu memberi kesempatan anak menyelesaikan ceritanya terlebih dahulu sebelum bertanya. (Foto/dok: Freepik/tirachardz)

Liputan6.com, Jakarta - Bukan cuma orang dewasa, anak-anak juga punya kebutuhan untuk didengarkan. Ketika orangtua atau orang dewasa mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan anak hal ini akan berpengaruh pada perkembangan psikologis seseorang saat dewasa. 

Psikolog Melvi Rosilawati mengungkapkan pembentukan karakter yang paling menonjol dari tindakan mendengarkan anak adalah berkembangnya konsep diri yang positif pada diri anak tersebut. Konsep diri di sini merujuk pada gambaran anak mengenai dirinya sendiri. Bagaimana ia memandang, menilai, dan menerima dirinya.

Berikut manfaat mendengarkan anak secara aktif seperti mengutip laman EMC:

1. Dengan mencoba mendengar anak, orang tua dapat memahami sudut pandang dan perasaan mereka, rasa gembira, takut, dan khawatir yang dialami.

2. Anak-anak akan belajar cara membangun hubungan dan komunikasi yang didasari oleh sikap saling menghargai dan menghormati.

3. Prioritas dan minat mereka menjadi lebih mudah dipahami oleh orang tua. Selain itu, hal ini juga memudahkan akses yang tepat bagi anak, sehingga anak-anak tumbuh secara lebih terbuka.

4. Mendengarkan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri. Saat didengarkan, anak merasa bahwa pandangan mereka dihormati dan dihargai oleh orang dewasa.

5. Di samping itu, anak juga dapat belajar mengomunikasikan pandangan mereka meskipun dengan pengalaman yang terbatas.

 

Tips Menjadi Pendengar yang Baik

Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik, dan itu bukanlah hal yang mudah. Anda perlu memperhatikan sikap dan keterampilan.

Ada sejumlah sikap dan keterampilan yang perlu dilatih agar mampu mendengarkan dengan baik, khususnya pada anak-anak.

  • Berempati dengan menanyakan keseharian anak, sehingga secara tidak langsung mendengarkan pengalaman anak serta memahami pikiran dan perasaan mereka.
  • Menghormati dan menghargai anak. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan bagi anak untuk berbicara secara bergantian, dan tidak mudah meremehkan pengalaman atau pendapat mereka.
  • Lebih peka terhadap emosi dan perasaan yang ditunjukkan anak.
  • Cobalah terbuka dan menjadi safe space untuk memahami sudut pandang mereka yang mungkin berbeda.
  • Jujur ​​dalam mengomunikasikan tanggapan, reaksi, dan jawaban terhadap cerita anak.
  • Tetap sesuaikan cara berkomunikasi dengan tingkat usia mereka.
  • Sabar dan peka, karena mendengarkan membutuhkan waktu untuk hadir sepenuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya