Kemenkes Dorong Sekolah Jadi Ruang Tumbuh Anak Sehat

Kemenkes dorong sekolah jadi ruang tumbuh anak sehat lewat lingkungan bersih dan edukasi kesehatan.

Diterbitkan 01 September 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekolah tidak hanya menjadi tempat anak belajar. Lingkungan pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mendorong sekolah menjadi ruang yang mampu mendukung anak tumbuh aktif, sehat, cerdas, dan berkarakter melalui lingkungan yang bersih, pendidikan kesehatan, serta pelayanan kesehatan.

Ketua Tim Kerja Satuan Pendidikan Sehat Kemenkes RI, Nur Fantayani, mengatakan sekolah memiliki posisi strategis karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan.

"Sehingga kita harus menciptakan bagaimana sekolah itu dalam keadaan yang bersih dan sehat, kemudian pelayanan kesehatannya juga diterima oleh anak-anak kita dan juga pendidikan kesehatannya pun dapat diperoleh, baik di dalam kelas maupun di ekstrakurikuler," ujar Nur kepada Kesehatan Liputan6.com di sela-sela acara Peresmian Program (kick off) Anak KAO – Sekolah Sehat 2026 di SMP Negeri 73 Jakarta Selatan pada Selasa, 1 September 2026.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam penerapan Trias UKS, sekaligus menyusun pedoman dan menyediakan materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kesehatan di sekolah.

Upaya kesehatan juga dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan, imunisasi, hingga pemberian suplementasi, termasuk tablet tambah darah untuk membantu mencegah anemia.

Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, RR. Weni Kusumaningrum, SKM., MKM, mengatakan anak-anak perlu memanfaatkan masa pertumbuhan dengan berbagai aktivitas positif.

"Bagaimana kita harapkan mereka untuk bisa menggunakan masa itu secara aktif, ikut semua kegiatan di sekolah dan belajar baik, makan bergizi dan seimbang di manapun berada, di rumah, di sekolah," ujar Weni.

Menurut Weni, kebiasaan sehat perlu dibangun sejak usia sekolah sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Dorong Kebiasaan Hidup Sehat

Semangat tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Salah satunya melalui Program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026 yang memasuki satu dekade pelaksanaannya di Indonesia.

Tahun ini, kegiatan akan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP yang tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Direktur Kao Indonesia, Shoichi Hasegawa, mengatakan keberlanjutan program selama satu dekade merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan.

"Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan," ujar Shoichi.

Dia mengatakan bahwa ke depan akan memperluas manfaat edukasi tersebut agar semakin banyak peserta didik dapat menerapkan pengetahuan dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

 

Sejalan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Inisiatif tersebut mendapat dukungan Kemendikdasmen dan Kemenkes serta sejalan dengan visi strategis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.

"Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas," kata Maulani.

Materi edukasi berfokus pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), manajemen menstruasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemilahan sampah kemasan. Edukasi juga mencakup pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan atau bullying.

Dengan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, sekolah diharapkan semakin mampu menjadi ruang tumbuh yang mendukung anak untuk hidup sehat, aktif, cerdas, dan berkarakter sejak dini.