Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dikenal kaya akan tanaman herbal yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menembus pasar global berkat manfaat kesehatannya yang didukung berbagai penelitian ilmiah.
Menurut dr. Danang Ardiyanto, MKM, dokter di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, tiga tanaman herbal yang paling mendunia adalah ginseng, kunyit, dan lidah buaya.
Advertisement
1. Ginseng
Ginseng merupakan salah satu tanaman herbal paling populer di dunia, terutama di Asia Timur dan Amerika Utara. Akar tanaman ini telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun sebagai tonik untuk menjaga kesehatan.
"Ginseng terbukti meningkatkan energi dan stamina, serta membantu meningkatkan konsentrasi dan memori kerja," kata Danang kepada Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat.
Manfaat tersebut juga didukung meta-analisis yang diterbitkan di Nutrients pada 2018. Studi itu menunjukkan bahwa Panax quinquefolius dapat meningkatkan kapasitas fisik dan mengurangi kelelahan melalui mekanisme peningkatan penggunaan energi di tingkat sel.
Selain itu, kandungan ginsenosida dalam ginseng memiliki sifat adaptogen yang membantu tubuh mengelola stres dan menurunkan kadar hormon kortisol.
Popularitas ginseng di pasar global didukung oleh banyaknya riset farmakologi, produksi massal dengan standar kualitas tinggi di Korea Selatan, China, Kanada, dan Amerika Serikat, serta pemanfaatannya dalam industri minuman energi, suplemen, hingga kosmetik.
2. Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit yang berasal dari Asia Selatan kini dikenal sebagai salah satu superfood dunia. Warna kuning khasnya berasal dari kurkumin, senyawa aktif yang banyak diteliti karena berbagai manfaat kesehatannya.
"Kurkumin memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang tinggi, bahkan berpotensi sebagai antikanker," ujar Danang.
Meta-analisis pada 2021 terhadap pasien osteoartritis menunjukkan kurkumin memiliki efektivitas yang setara dengan ibuprofen dalam meredakan nyeri, tetapi dengan risiko efek samping yang lebih rendah.
Selain membantu mengurangi peradangan, kurkumin juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase. Efek ini dinilai berpotensi membantu mencegah berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Kunyit semakin mendunia berkat banyaknya penelitian modern serta pemanfaatannya dalam industri makanan, suplemen, minuman kesehatan, hingga obat herbal terstandar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengakui kunyit sebagai tanaman obat yang memiliki bukti ilmiah untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan dan peradangan ringan.
3. Lidah Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno untuk perawatan kulit dan penyembuhan luka. Kini, tanaman ini menjadi salah satu bahan utama dalam industri kosmetik dan farmasi di berbagai negara.
"Gel lidah buaya efektif mempercepat penyembuhan luka dan luka bakar, serta bermanfaat untuk kesehatan pencernaan," kata Danang.
Temuan tersebut didukung Cochrane Review 2012 yang menunjukkan bahwa gel Aloe vera mampu mempercepat penyembuhan luka bakar derajat ringan sekitar delapan hingga sembilan hari lebih cepat dibandingkan salep konvensional.
Lidah buaya juga mengandung polisakarida acemannan yang dapat meningkatkan aktivitas makrofag dan produksi sitokin sehingga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tanaman ini juga dinilai bermanfaat dalam mendukung kesehatan saluran cerna, terutama pada penderita irritable bowel syndrome (IBS).
Popularitas Aloe vera di tingkat global didukung oleh kemudahan budidayanya di berbagai negara, tingkat keamanan penggunaan topikal yang relatif tinggi, serta pemanfaatannya yang luas dalam industri kosmetik, dermatologi, dan minuman fungsional.
Penulis: Titin Sahra Melani