4 Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Kolesterol Tinggi

Dokter jantung bagikan empat hal yang bisa dilakukan agar tak kolesterol tinggi. Salah satunya mengubah cara masak jadi lebih sehat.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 24 Juli 2026, 12:15 WIB
Ilustrasi Mengubah cara memasak dengan mengurangi digoreng (Foto: Cooker King/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Kolesterol tinggi termasuk kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) sering kali tidak menimbulkan gejala. Sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah terjadi komplikasi, seperti serangan jantung atau stroke.

Guna mencegah kadar kolesterol LDL tinggi perubahan gaya hidup menjadi langkah penting. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Susetyo Atmojo dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara ekstrem. Menurutnya, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten justru memberikan manfaat lebih besar dalam jangka panjang.

"Tidak harus sempurna, tetapi yang terpenting adalah konsisten," kata Susetyo saat health talk bersama Daewoong Indonesia pada Kamis (23/7/2026).

Berikut empat langkah sederhana yang disarankan Susetyo:

1. Ubah cara memasak

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menyarankan untuk mengurangi makanan yang digoreng dan mulai memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, atau dibakar. Menurutnya, makanan tidak harus selalu dimasak menggunakan banyak minyak agar tetap lezat.

2. Berhenti Merokok

Selain menjaga pola makan, berhenti merokok juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

"Kalau merokok, yuk berhenti," ujar Susetyo.

3. Berolahraga 30 Menit

Aktivitas fisik juga berperan membantu mengendalikan kadar lemak dalam tubuh. Susetyo menganjurkan masyarakat untuk tidak malas bergerak dan berolahraga setidaknya 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama lima hari.

Ada banyak pilihan olahraga intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau senam, dapat menjadi pilihan. Kemudian padukan dengan latihan beban. 

Menurutnya, aktivitas tersebut membantu tubuh membakar lemak, meningkatkan metabolisme dan menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

 

Selanjutnya

4. Periksa Kolesterol Secara Rutin

Susetyo mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kadar kolesterol. Bahkan orang dengan tubuh kurus tetap berisiko memiliki kolesterol tinggi sehingga pemeriksaan rutin tetap diperlukan.

"Jangan menunggu sakit. Walaupun kurus, tetap periksa kadar kolesterol secara rutin," pesan dokter yang praktik di RS Harapan Kita

Bagi orang yang masih muda dan tidak memiliki faktor risiko, pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan setiap 1-3 tahun sekali. Sementara bagi pasien yang sudah mengonsumsi obat penurun kolesterol, ia mengingatkan untuk mengonsumsi obat secara rutin. Lalu, evaluasi biasanya dilakukan setelah 3 bulan, kemudian 6 bulan, dan 12 bulan.

"Untuk menilai efektivitas pengobatan dan menentukan apakah terapi perlu disesuaikan," katanya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya