Liputan6.com, Jakarta - Kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau masyarakat awam mengenalnya sebagai kolesterol jahat tidak boleh dianggap sepele apabila kadarnya tinggi. Kondisi ini perlu segera ditangani karena memicu berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Dr dr Susetyo Atmojo, SpJP (K), menjelaskan bahwa kadar kolesterol LDL yang tinggi akan menyebabkan penumpukan plak aterosklerosis di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, plak tersebut dapat mempersempit hingga menyumbat aliran darah ke berbagai organ tubuh.
Advertisement
"Kenapa kolesterol jahat yang tinggi harus ditangani lebih awal? Karena nanti bisa timbul serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit arteri perifer atau penyumbatan pada pembuluh darah kaki, dan lain sebagainya," ujar Susetyo.
Berbagai kondisi tersebut termasuk dalam kelompok penyakit kardiovaskular aterosklerosis, yaitu sekumpulan penyakit pada jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerosis.
Dampak penyakit bergantung pada pembuluh darah yang mengalami penyumbatan. Jika terjadi di pembuluh darah otak, kondisi tersebut dapat menyebabkan stroke. Bila terjadi di pembuluh darah jantung, dapat memicu serangan jantung.
"Organ yang terganggu tergantung pembuluh darah mana yang terkena. Bisa otak, jantung, alat gerak, ginjal, dan lain sebagainya," jelas dokter yang praktik di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta ini dalam Health Talk bersama Daewoong Indonesia.
Cek Kadar LDL Lewat Tes Darah
Susetyo menegaskan bahwa sebagian besar penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis sebenarnya dapat dicegah maupun dideteksi sejak dini. Hal ini karena prosesnya berawal dari kadar kolesterol LDL yang meningkat secara menahun di dalam darah.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak hanya berpatokan pada berat badan saat menilai risiko penyakit jantung. Prang dengan tubuh kurus sekalipun tetap bisa memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi.
"Jangan melihat berat badan semata, tapi lihatlah kadar kolesterol LDL," tuturnya.
Caranya dengan melakukan pemeriksaan darah profil lipid untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
Kelompok yang Perlu Tes Kolesterol
Pemeriksaan kolesterol tidak hanya diperlukan bagi orang yang sudah memiliki keluhan atau berusia lanjut. Ada beberapa kelompok yang justru disarankan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol yakni:
- Memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga. Misalnya ayah, ibu, atau saudara kandung mengalami serangan jantung atau stroke sebelum usia 55 tahun. Kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi sehingga sebaiknya rutin memeriksakan kadar kolesterol.
- Pasien diabetes. Orang dengan diabetes perlu rutin mengecek kolesterol karena kadar gula darah yang tinggi dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah, terutama jika disertai kolesterol LDL yang tinggi.
- Pasien hipertensi. Hipertensi dan kolesterol tinggi merupakan kombinasi faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung dan stroke. Karena itu, kadar kolesterol juga perlu dipantau secara berkala.Pernah mengalami penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah.
- Orang yang pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit pembuluh darah lainnya wajib menjaga kadar kolesterol LDL tetap terkendali untuk mencegah kekambuhan.
- Berusia 40 tahun ke atas. Meski tidak merokok, tidak menderita diabetes, dan merasa sehat, orang berusia 40 tahun ke atas tetap dianjurkan rutin memeriksakan kolesterol. Seiring bertambahnya usia, kemampuan alami tubuh membakar lemak menurun sehingga risiko kolesterol tinggi meningkat.