Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rasa duka mendalam setelah mendengar kabar dokter internship meninggal. Dokter SZM ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 18 Apartemen Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu, 26 Juli 2026.
"Saya sedih sekali. Jangan lagi ada ya," ujar Budi saat ditemui di Gedung Widya Graha, BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Advertisement
Budi mengatakan Kementerian Kesehatan tengah mencari tahu penyebab dokter SZM meninggal dunia. "Sedang dicari penyebabnya. Nanti diberi tahu."
Budi sesungguhnya bertanya-tanya penyebab kasus meninggalnya dokter internship yang terjadi beberapa waktu terakhir. Menurutnya, perlu dikaji apakah terdapat persoalan kesehatan jiwa yang menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
"Kejadian terus-menerus meninggal, ada masalah kejiwaan apa sehingga ini terjadi," tuturnya.
Menyusul kasus tersebut, Budi meminta agar seluruh dokter internship kembali menjalani skrining kesehatan jiwa.
"Yang jelas, semua diskrining kejiwaan sekali lagi. Wajib. Saya sudah minta," tegasnya.
Skrining kesehatan jiwa diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih dini apabila terdapat indikasi gangguan kesehatan mental pada dokter internship. Dengan demikian, intervensi dapat segera dilakukan sebelum kondisinya memburuk.
"Indikasi bunuh diri ini kan harusnya bisa ditangkap dengan skrining kejiwaan, kalau ada indikasi, kita bisa ambil tindakan, bisa taruh dulu (bisa lakukan penanganan kesehatan jiwa)," kata Budi.
Dokter Internship SZM Jatuh dari Lantai 18
Mengutip News Liputan6.com, polisi turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dokter SZM meninggal dunia. Dokter SZM adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang sedang menjalani Program Internsip Dokter Indonesia di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, sejak Mei 2026.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan berdasarkan penyelidikan sementara, korban tinggal berdua bersama ibunya di unit apartemen tersebut.
Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban pergi ke mal. Namun ajakan itu ditolak. Korban memilih tetap berada di apartemen.
“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” kata Mansur saat dihubungi, Senin (27/7/2026).
Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.
“Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.
Mansur mengatakan, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh. Polisi yamg menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait penyebab korban diduga mengakhiri hidupnya, Mansur menegaskan pihaknya belum menemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan tekanan dalam pekerjaan.
“Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka,” katanya.
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.