SATUSEHAT RME Terintegrasi, Klaim BPJS Kesehatan Makin Berbasis Data

Menkes Budi ungkap manfaat SATUSEHAT RME untuk layanan dan pembiayaan kesehatan.

Diterbitkan 03 September 2026, 13:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem data kesehatan nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa rekam medis elektronik yang terintegrasi tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pasien, tapi juga untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mendukung pembiayaan kesehatan berbasis value dan outcome.

"Dengan data yang ada, kita dapat melihat apakah pelayanan sudah sesuai dengan outcome, clinical pathway, dan standar yang ditetapkan. Kalau kita mau meningkatkan derajat layanan kesehatan, kita harus berani diukur berdasarkan outcome dan value," ujar Menkes dikutip dari kemkes.go.id pada Kamis, 3 September 2026.

Menurut Menkes, rekam medis elektronik yang terintegrasi akan memberikan manfaat bagi pasien, fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan, maupun regulator. Data RME yang lengkap dapat membantu memastikan pelayanan kesehatan diberikan sesuai dengan kebutuhan medis pasien.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat pola pelayanan, mengidentifikasi anomali, serta mendorong fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan bukti. "Informasi-informasi yang ada di RME kalau sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan klaimnya dapat dilakukan dengan benar," kata Menkes.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Dr. Prihati Pujowaskito, mengatakan, pihaknya mendukung penuh integrasi SATUSEHAT RME. Saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan sekitar 3.200 rumah sakit dan 23.000 klinik dalam penyelenggaraan pembiayaan pelayanan kesehatan.

"Dengan peluncuran RME ini, kami sepakat untuk bergabung bersama-sama dengan SATUSEHAT agar BPJS Kesehatan dapat membaca rekam medis elektronik sebagai bagian dari proses klaim pembiayaan kesehatan," ujarnya.

Menurutnya, selama ini proses klaim masih menghadapi berbagai kendala, termasuk dokumen klaim yang dikirimkan dalam bentuk PDF. Dengan RME yang terintegrasi, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berbasis data.

Integrasi RME juga dapat mendukung penerapan clinical pathway, termasuk melihat kesesuaian pelayanan, lama perawatan, outcome pasien, keterlibatan tenaga kesehatan, serta aspek pembiayaan.

"Ke depan, BPJS Kesehatan akan mengedepankan pembiayaan pelayanan kesehatan yang lebih value based medicine. Apabila rekam medis elektronik sudah terorganisir dengan baik, seluruh data tersebut dapat mendukung pelayanan yang lebih berbasis value," katanya.

Pemanfaatan data RME tidak berhenti pada pelayanan dan pembiayaan. Data kesehatan yang terintegrasi juga dapat dimanfaatkan untuk riset dan pengembangan guna menemukan praktik terbaik dalam pelayanan kesehatan.

Data RME dapat digunakan untuk membandingkan outcome suatu tindakan medis di berbagai rumah sakit. Dengan demikian, fasilitas kesehatan dapat mempelajari praktik yang memberikan hasil terbaik.

SATUSEHAT RME diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun sistem kesehatan nasional yang berbasis data. Dengan begitu, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan secara lebih terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.