Liputan6.com, Jakarta - Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, dr. Yoppi Kencana, Sp.PD, mengatakan, perubahan cuaca sering diikuti peningkatan risiko penyakit infeksi, termasuk demam tifoid atau tipes. Kondisi ini umumnya dipicu oleh menurunnya sanitasi lingkungan dan kebersihan makanan maupun minuman.
Yoppi, menjelaskan, tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah melewati lambung, bakteri akan berkembang biak dan menyerang usus halus.
Advertisement
"Usus halus merupakan organ vital untuk penyerapan nutrisi. Ketika bakteri Salmonella typhi menginfeksi dinding usus, timbul peradangan hebat yang mengganggu pencernaan dan memicu respons imunitas berupa demam tinggi serta rasa lemas ekstrem," kata Yoppi dikutip dari Antara pada Senin (3/8/2026)
Menurut Yoppi, masih banyak masyarakat yang menganggap tipes sebagai penyakit ringan akibat kurang istirahat. Padahal, jika terlambat ditangani atau diabaikan, infeksi bakteri ini dapat memicu komplikasi serius pada saluran pencernaan.
Peradangan yang terus berlanjut dapat mengikis lapisan dinding usus halus. Akibatnya, penderita berisiko mengalami perdarahan saluran cerna hingga perforasi usus, yaitu kebocoran atau robekan pada dinding usus yang memerlukan operasi darurat.
"Komplikasi paling bahaya adalah sepsis, yakni kondisi ketika infeksi bakteri menyebar luas ke seluruh aliran darah," ujarnya.
Yoppi mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun meski sudah mengonsumsi obat penurun panas, muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan atau minum, nyeri perut hebat, dehidrasi berat, atau muncul kebingungan, linglung, hingga penurunan kesadaran.
"Ketika sudah alami demam dengan suhu tubuh meningkat perlahan disertai gangguan pencernaan hingga lemas, maka itu tanda butuh penanganan medis segera," tambahnya.
Untuk mencegah tipes, Yoppi menyarankan masyarakat melakukan vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali. Selain itu, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
Dia juga mengingatkan agar selalu mengonsumsi air yang telah dimasak hingga mendidih serta makanan yang matang dan diolah secara higienis.
Menjaga pola makan teratur, memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari, mengelola stres, dan tidak menahan buang air besar juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tipes.
"Pola hidup sehat lahir dari kesadaran diri. Dengan kondisi cuaca saat ini, perlu adanya saling mengedukasi untuk menjaga kesehatan bersama," pungkasnya.