Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengungkapkan sudah 73 juta orang melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 1 Januari - 31 Juli 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada 2025.
"Angka ini lebih tinggi daripada capaian tahun lalu setahun penuh. Tahun lalu setahun penuh itu 70 juta," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter Maria Endang Sumiwi.
Advertisement
Berikut rincian CKG selama periode 1 Januari - 31 Juli 2026 berdasarkan kelompok usia:
- Bayi baru lahir : 1,5 juta yang diperiksa
Masalah kesehatan terbanyak adalah berat badan lahir sangat rendah disusul dengan risiko penyakit jantung bawaan kritis.
- Balita dan usia pra sekolah : 4.5 juta yang diperiksa
Gigi karies menjadi masalah kesehatan terbanyak ditemukan yakni di 796 ribu kasus. Disusul riwayat imunisasi yang tidak lengkap ada 191 ribu anak.
- Usia sekolah dan remaja: 14,6 juta yang diperiksa
Sama seperti balita, gigi karies menjadi temuan masalah kesehatan yang banyak ditemukan yakni 3,6 juta kasus disusul peningkatan tekanan darah ada 2,2 juta kasus.
- Dewasa: 43,7 juta yang diperiksa
Masalah kesehatan yang terbanyak ditemukan adalah aktivitas fisik yang kurang (16 juta orang) disusul obesitas sentral (9,9 juta orang).
- Lansia atau lebih dari 60 tahun : 9,7 juta yang diperiksa
Aktivitas fisik kurang pada 3,9 juta orang menjadi masalah kesehatan utama. Disusul oleh gigi hilang (1,8 juta kasus).
Endang juga mengungkapkan temuan dari perbandingan data CKG 2025 dan 2026. Tercatat, sebanyak 9 juta orang kembali menjalani CKG pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta orang terdeteksi mengalami hipertensi.
"Pesannya adalah lakukan CKG setiap tahun. Bisa jadi tahun lalu tidak bermasalah tapi sekarang baru ada masalah misalnya jadi tekanan darah tinggi," tutur Endang dalam temu media di kantor Kemenkes Jakarta pada Selasa (4/8/2026).
Bila Alami Masalah Kesehatan Bakal Dapat Obat Gratis 15 Hari
Di kesempatan itu, Endang mengungkapkan bahwa pemeriksaan CKG pada 2026 tidak hanya memeriksa kesehatan semata. Bila ditemukan masalah kesehatan seperti hipertensi maka segera diberikan obat untuk jangka waktu 15 hari.
"Obat hipertensi, kolesterol, diabetes melitus itu gratis selama 15 hari baik untuk anggota BPJS Kesehatan maupun non-BPJS Kesehatan. Baru setelah itu menggunakan skema BPJS Kesehatan," terang Endang.