Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota untuk menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Erupsi menyebabkan abu vulkanik menyebar ke Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sekitar 23,36 juta jiwa berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
“Kami memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi dampak erupsi, terutama gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman pada Senin (7/9/2026).
Advertisement
Seperti dikteahui abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Partikel halus PM2,5 dapat masuk ke dalam paru-paru dan memicu inflamasi serta gangguan kardiopulmonal.
Aji mengatakan kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi ini yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kemenkes mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Namun, untuk pneumonia belum ditemukan pola peningkatan yang seragam di seluruh wilayah terdampak.
Ia pun mengingatkan bila masyarakat mengalami masalah kesehatan usai terpapar abu vulkanik Anak Krakatau untuk segera mendatangi dokter, puskesmas atau rumah sakit.
“Apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan setelah terpapar abu, segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pesan Aji.
Selain menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, bantuan logistik kesehatan juga telah dimobilisasi ke wilayah terdampak paling parah abu vulkanik. Telah didistribusikan 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan dan alat kesehatan secara gratis.
Pakai Masker Bila Beraktivitas di Luar Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3099392/original/081764900_1586585866-20200411-APD-3.jpg)
Masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan ketika terjadi paparan abu vulkanik, menutup pintu dan jendela, serta menghindari aktivitas yang membuat abu kembali beterbangan.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara bila jenis tersebut belum tersedia.
Masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung mata atau goggles, tidak mengucek mata yang terkena abu, mengenakan pakaian tertutup, serta membersihkan tubuh dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan.
“Yang paling penting adalah masyarakat tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi, mengurangi paparan abu, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan," pesannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337780/original/021957000_1788256734-55501764799_34c22358c3_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068722/original/043753000_1583385350-the-female-company-92dh83v1vcU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335105/original/018227500_1787910317-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_4.43.49_PM.jpeg)