Liputan6.com, Jakarta - Kol dingin dan mandi air hangat disebut-sebut bisa membantu mengatasi mastitis atau peradangan pada payudara ibu menyusui. Namun apa betul efektif mengatasi mastitis?
Konselor laktasi dokter Anastasia Lilian mengatakan mandi air hangat atau kompres hangat boleh dilakukan untuk mengatasi payudara penuh atau bengkak saat menyusui. Dokter dari RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta itu mengatakan suhu hangat akan membantu melebarkan pembuluh-pembuluh di saluran ASI sehingga bisa mengalir lebih lancar.
Advertisement
"Mandi air hangat boleh, bisa membantu aliran ASI, melebarkan pembuluh-pembuluh di saluran asi supaya lebih release. Boleh dilakukan saat payudara tidak ada nyeri,” jelas Anastasia kepada Liputan6.com dalam sesi interview daring Pekan Menyusui Sedunia pada Selasa (4/8/2026).
Meski begitu Anastasia mengingatkan terapi dengan air hangat boleh dilakukan ketika payudara penuh maupun bengkak. Namun, bila ada rasa nyeri tidak disarankan kompres hangat. Pada kondisi tersebut, ibu menyusui lebih dianjurkan untuk kompres dingin guna membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, dan rasa nyeri. Kompres dingin sebaiknya dilakukan setelah selesai menyusui atau memompa ASI.
“Termasuk dengan kol juga boleh. (Budaya) Indonesia sekali ya pakai kol,” tuturnya sambil tertawa.
Mengapa Mastitis Bisa Terjadi?
Mastitis umumnya terjadi karena pengosongan payudara yang tidak sempurna saat menyusui. Salah satu penyebabnya payudara lecet akibat pelekatan yang tidak tepat. Kondisi lecet tersebut artinya terbuka, sehingga kulit menangkap risiko bakteri yang masuk kapan saja.
Penyebab lain mastitis karena penumpukan ASI gegara jadwal pompa atau menyusui yang terlewat. Kondisi ini rentan menyebabkan payudara bengkak.
“Harusnya awalnya misalkan tiap 2-3 jam, tiba-tiba terlewat. Untuk satu sesi pompa atau menyusui jadi lebih jauh, jadi 4-6 jam, dia akan menumpuk,” ujar Anastasia.
Kondisi emosional sang ibu berdampak pada imunitas. Imun yang turun cenderung lebih mudah terkena infeksi ketika masa menyusui. “Biasanya begitu, makanya mastitis bisa gampang berulang."