Liputan6.com, Jakarta - Mastitis menjadi salah satu masalah yang kerap dialami ibu menyusui, terutama pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
Kondisi ini tidak hanya menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, dan kemerahan, tetapi juga dapat disertai demam hingga tubuh terasa lemas. Jika tidak ditangani sejak gejala awal muncul, mastitis berisiko berkembang menjadi abses payudara yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Kondisi ini umumnya diawali oleh bendungan ASI akibat aliran ASI yang tidak optimal sehingga menimbulkan peradangan pada jaringan payudara. Pada sebagian kasus, mastitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, yang paling sering adalah bakteri Staphylococcus aureus,"Â kata konselor laktasi dokter Anastasia Lilian dari RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta dalamPekan Menyusui Sedunia 2026.
Advertisement
Bakteri tersebut masuk melalui luka atau retakan pada puting yang bisa mengenai salah satu atau kedua payudara saat menyusui.Â
Beberapa gejala mastitis antara lain:
- Terdapat area payudara yang merah, bengkak, hangat, dan nyeri
- Demam, menggigil, dan badan terasa lemas
- Jika tidak ditangani, mastitis dapat berkembang menjadi abses payudara.
Jika hal di atas terjadi Anastasia mengatakan perlu segera melakukan penanganan. Salah satunya dengan tetap menyusui buah hati. "ASI dari payudara yang terkena mastitis tetap aman untuk bayi," tutur Anastasia.Â
Lalu, penanganan mastitis lain perlu segera dilakukan dengan tujuan melancarkan aliran ASI serta meredakan peradangan:
- Kompres dingin setelah menyusui untuk meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa nyeri
- Perbanyak konsumsi air putih dan istirahat yang cukup
- Jika diperlukan, konsumsi obat antinyeri atau antiperadangan sesuai anjuran dokter
Gejala mastitis yang tidak ditangani dengan tepat dapat memburuk dan berisiko berkembang menjadi abses atau penumpukan nanah akibat infeksi bakteri.
Kapan Perlu ke Dokter?
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi jika ibu menyusui mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri semakin berat dalam 24 jam meskipun sudah dilakukan penanganan di rumah atau jika ada benjolan keras yang semakin besar, hingga keluar nanah dari puting.
Pada kondisi ini, dokter akan memberikan terapi pengobatan pereda nyeri serta antibiotik yang aman bagi ibu menyusui.
Jika telah terbentuk abses, dokter akan melakukan tindakan drainase (pengeluaran nanah), baik dengan aspirasi menggunakan jarum maupun sayatan kecil (insisi), sesuai ukuran dan kondisi abses.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)