Mastitis Berulang saat Menyusui, Hindari Kesalahan Ini

Mastitis berulang saat menyusui bisa dipicu kebiasaan sederhana. Simak penjelasan dokter.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mastitis berulang saat menyusui masih menjadi masalah yang kerap dialami ibu, terutama pada satu hingga dua bulan pertama setelah melahirkan.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh pengosongan payudara yang tidak sempurna, sehingga ASI menumpuk dan meningkatkan risiko peradangan hingga infeksi.

Dokter konselor laktasi dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC mengatakan, pengosongan payudara yang tidak optimal menjadi salah satu penyebab utama mastitis berulang.

"Jadi, mastitis bisa berulang. Salah satu penyebabnya karena pengosongan isi payudara yang tidak sempurna," ujar Anastasia dikutip dari Antara pada Selasa (4/8/2026)

Menurutnya, kondisi tersebut sering kali berawal dari posisi pelekatan bayi yang kurang tepat saat menyusui. Akibatnya, jaringan payudara bisa terluka dan menjadi pintu masuk bakteri penyebab infeksi.

Selain teknik menyusui, jadwal menyusui atau memerah ASI yang tidak teratur juga dapat memicu mastitis. Ketika ibu melewatkan jadwal menyusui, ASI akan tertahan di dalam payudara dan menyebabkan pembengkakan.

"Jadi, yang awalnya seharusnya tiap 2 sampai 3 jam, tiba-tiba terlewat satu sesi menyusuinya. Jadi, lebih jauh jedanya, 4 sampai 6 jam begitu, dia (ASI) akan menumpuk dan menyebabkan bengkak," tambahnya.

Anastasia menambahkan bahwa penurunan daya tahan tubuh juga dapat meningkatkan risiko infeksi payudara pada ibu menyusui.

Rentan Terjadi pada Awal Masa Menyusui

Menurut Anastasia, mastitis paling sering terjadi pada satu hingga dua bulan pertama setelah persalinan. Pada masa ini, ibu dan bayi masih beradaptasi untuk menemukan posisi menyusui yang benar.

Dia juga mengingatkan agar ibu tidak panik jika ASI belum keluar atau masih sedikit pada tiga hari pertama setelah melahirkan. Produksi ASI umumnya mulai meningkat pada hari keempat atau kelima, sementara bayi masih memiliki cadangan makanan.

Cara Mencegah Mastitis Berulang

Untuk mengurangi risiko mastitis, Anastasia menyarankan ibu hamil mengikuti kelas prenatal di poliklinik laktasi saat usia kehamilan mencapai 36 minggu.

Melalui kelas tersebut, calon ibu dapat mempelajari teknik menyusui yang benar sekaligus berlatih dengan pendampingan tenaga kesehatan. "Kita bekali dulu dengan ilmu laktasinya, praktiknya sambil didampingi. Itu pasti membantu banget untuk mengurangi risiko masalah-masalah ke depannya," katanya.

Selain itu, dukungan dari suami dan keluarga juga berperan penting agar ibu dapat menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman.

Kenali Gejala Mastitis

Gejala mastitis meliputi pembengkakan dan kemerahan pada salah satu payudara, nyeri saat menyusui, serta demam, meriang, hingga badan menggigil.

Sebagai penanganan awal, ibu dapat mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter dan mengompres payudara dengan air dingin.

Namun, apabila keluhan tidak membaik dalam 24 hingga 48 jam atau muncul benjolan yang semakin besar dan terasa berisi cairan, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Kalau 24 sampai 48 jam setelahnya tidak membaik, malah terjadi benjolan yang lebih besar, yang jika ditekan kok seperti ada cairan, dan lebih nyeri lagi, kita baru curiga ke arah abses," ujar Anastasia.

Dia, menjelaskan, apabila sudah terbentuk abses dan tidak menunjukkan perbaikan setelah pemberian antibiotik, pasien kemungkinan perlu dirujuk ke dokter spesialis bedah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk USG, agar mendapatkan penanganan yang sesuai.