Sama-Sama Masalah Menyusui, Ketahui Beda Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis

Payudara nyeri dan bengkak disertai demam serta menggigil kerap dialami ibu menyusui. Ketahui perbedaan saluran ASI tersumbat dan mastitis.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat menyusui, ibu kerap mengalami keluhan payudara yang terasa nyeri, bengkak, atau mengeras. Apakah itu saluran Air Susu Ibu (ASI) tersumbat atau mastitis

Ssaluran ASI tersumbat maupun mastitis merupakan masalah yang kerap dialami ibu menyusui. Namun, mengenali perbedaan keduanya  penting untuk agar penanganan tepat.   

Saluran ASI tersumbat (clogged duct) adalah kondisi ketika ASI terperangkap di dalam jaringan payudara akibat aliran yang tidak lancar (stasis ASI). Pada kondisi ini belum disertai peradangan atau infeksi bakteri sekunder.

Clogged duct yang tidak diatasi bisa berujung mastitis. Ini adalah kondisi inflamasi atau peradangan pada jaringan payudara. Hal ini bisa dipicu oleh bendungan ASI yang berkepanjangan (mastitis non-infeksi) maupun akibat masuknya bakteri melalui celah atau luka pada puting payudara (mastitis infeksi) seperti dijelaskan dokter spesialis bedah Natalia Maria Christina.

“Ibu perlu memperhatikan apakah keluhan hanya terasa di satu area payudara, atau sudah disertai demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan. Gejala sistemik seperti ini dapat mengarah ke mastitis dan perlu pemeriksaan lebih lanjut,” jelas dokter yang praktik di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam pesan tertulis.

Natalia mengatakan jika ibu menyusui mengalami payudara nyeri dan bengkak maka perlu segera ditangani agar saluran ASI tersumbat tak memburuk atau mencegah mastitis tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Pertama, ibu tetap menyusui. Jangan hentikan proses menyusui pada payudara yang sakit. Pengosongan payudara secara berkala adalah kunci utama melancarkan kembali aliran ASI. Susui bayi sesering mungkin, dimulai dari sisi payudara yang bermasalah.

Kedua, kompres hangat dan dingin. Gunakan kompres hangat beberapa menit sebelum menyusui atau memerah untuk membantu memicu let-down reflex dan melancarkan aliran ASI.

Setelah menyusui, gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan rasa nyeri dan mengurangi bengkak.

 

Beri Pijatan Lembut

Ketiga, pijatan lembut (gentle massage): Lakukan pijatan sangat lembut dari arah pangkal payudara menuju puting saat menyusui atau mandi air hangat. Hindari pijatan yang terlalu keras atau kasar karena dapat memicu peradangan yang lebih parah pada jaringan payudara.

“Kekeliruan yang sering terjadi adalah memijat payudara yang bengkak dengan keras demi menghancurkan sumbatan. Secara klinis, tindakan ini berbahaya karena dapat merobek jaringan internal payudara yang meradang, sehingga infeksi justru meluas. Pijatan harus dilakukan dengan sangat lembut, seperti usapan,” pesan Natalia.

Keempat, perbaiki posisi dan perlekatan (latch-on). Pastikan mulut bayi melekat dengan benar pada payudara untuk memastikan pengosongan ASI yang optimal dan mencegah lecet pada puting yang bisa menjadi jalan masuk bakteri.

Kelima, istirahat dan hidrasi yang cukup. Tubuh yang lelah dapat menurunkan daya tahan tubuh ibu, sehingga mempercepat perkembangan infeksi. Ibu menyusui membutuhkan istirahat ekstra dan asupan cairan yang cukup.

Penanganan Medis Jika Sumbatan Tidak Kunjung Lancar

Jika dalam waktu 24 hingga 48 jam keluhan saluran ASI tersumbat tidak membaik atau jika gejala mengarah pada mastitis  yang ditandai demam tinggi, kemerahan yang meluas pada payudara, dan tubuh menggigil maka penanganan medis oleh dokter diperlukan.

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan:

  • Obat Pereda Nyeri dan Radang, "Saya akan meresepkan obat antiinflamasi dan analgetik yang aman untuk ibu menyusui guna mengurangi nyeri hebat dan bengkak," kata Natalia. 
  • Terapi Antibiotik, "Jika terdiagnosis sebagai mastitis infeksi, saya akan memberikan antibiotik spesifik yang aman untuk ibu menyusui. Obat ini harus dikonsumsi sampai habis sesuai instruksi untuk memastikan bakteri mati sepenuhnya," tuturnya.
  • Evaluasi Klinis Mendalam: Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak adanya komplikasi serius

 

Kapan Mastitis Perlu Dioperasi?

Tidak boleh meremehkan demam tinggi serta payudara yang mengeras dan memerah saat menyusui. Mastitis yang tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi abses atau kantung nanah di dalam payudara. Pada kondisi ini maka perlu pembedahan dan operasi. 

"Jika sudah sampai tahap abses, penanganannya tidak cukup dengan obat-obatan, melainkan harus melalui tindakan pembedahan kecil atau drainase untuk mengeluarkan nanah tersebut,” tutur Natalia.

Di kesempatan yang sama Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong dokter Margareth Aryani Santoso mengingatakan kepada ibu menyusui bila mengalami kendala selama proses meng-ASI-hi maka perlu segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang tepat.

Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius serta menjaga kenyamanan ibu dalam proses menyusui.

“Tim Women’s Health Center kami siap memberikan evaluasi tepat, edukasi, dan dukungan medis yang hangat, sehingga ibu dapat melanjutkan menyusui dengan percaya diri,” kata Margareth.