Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sedih usai mendengar sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) mengeluarkan komentar nirempati kepada masyarakat, terutama yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan.
"Saya sedih sekali melihat tenaga kesehatan itu dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati yang baik," kata Budi.
Advertisement
"Kasihan masyarakat kita kalau kita, kita nirempati seperti itu,” katanya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (6/8/2026).
Mengenai sanksi yang diberikan kepada nakes atau named yang menuliskan komentar nirempati, Budi mengatakan bakal mengecek terlebih dahulu status kepegawaian mereka.
"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," kata Budi mengutip Antara.
Pernyataan tersebut Budi sampaikan usai ramai komentar nirempati yang dituliskan oleh nakes dan named terhadap utas pasien pengguna BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan. Di Thread, Yurizal mengeluh karena belum mendapat kamar setelah menunggu selama delapan jam di IGD. Pasien itu kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Sebelumnya, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dalam konferensi pers pada Kamis (6/8/2026) telah mengantongi 10 nama nakes dan named yang diduga berkomentar nirempati di media sosial terhadap peserta BPJS bernama Yurizal.
"Ini ada 10, sudah diketahui di rumah sakit mana," kata pimpinan KKI, dokter Mohammad Syahril
Dari nama-nama tersebut ada yang bekerja sebagai nakes atau named di fasilitas kesehatan milik pemerintah juga swasta.
"Ada yang statusnya PNS, ada yang PPDS, ada dokter umum swasta, perawat swasta dan dokter gigi juga di swasta," tutur Syahril.