Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan orang tua dalam menggunakan gadget bisa membuat momen berharga bersama anak terlewat. Padahal, perhatian dan keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS, atau akrab disapa dokter Tiwi, mengatakan, kebutuhan dasar anak sebenarnya tidak berubah dari zaman dahulu hingga sekarang.
Advertisement
Menurut Tiwi, setiap anak membutuhkan tiga hal utama, yakni nutrisi (asuh), kasih sayang (asih), dan stimulasi (asah). Kebutuhan tersebut berlaku bagi semua anak, siapa pun dan di mana pun mereka dilahirkan.
"Basic-nya itu adalah tiga itu," ujar Tiwi di Bunda Parenting Convention 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia pada Sabtu (8/8/2026)
Meski kebutuhan dasarnya sama, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Ada anak yang lahir prematur atau memiliki kondisi tertentu sehingga membutuhkan perhatian khusus dari orang tua.
Dokter Tiwi mengatakan bahwa orang tua yang benar-benar merawat dan memperhatikan anak akan lebih mudah mengenali kebutuhan serta perkembangan buah hatinya.
Distraksi Bisa Membuat Kehilangan Momen Bersama Anak
Namun, tantangan orang tua saat ini adalah banyaknya distraksi. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi ketika orang tua sedang bekerja. Saat berada di rumah pun, perhatian orang tua bisa teralihkan oleh berbagai hal.
Menurut Tiwi, kondisi tersebut dapat membuat orang tua lebih sulit menjalankan perannya secara optimal. "Distraksinya itu bukan bekerja, tidak bekerja pun mereka ada ini,” kata Tiwi.
Salah satu distraksi yang disoroti adalah penggunaan gadget. Menurut Tiwi, orang tua tidak harus memberikan gadget kepada anak agar perangkat tersebut menjadi gangguan.
Ketika orang tua terus menggunakan gadget untuk kepentingannya sendiri, anak dapat tertarik dan penasaran dengan apa yang sedang dilakukan orang tuanya.
"Gadget itu walaupun mereka tidak kasih ke anak, tapi kalau mereka mengerjakan, terus-terus menambahkan, untuk mereka sendiri, pasti anak itu pengin tahu,'Itu yang dilihat Mama itu apa, sih?'," ujarnya.
Oleh sebab itu, Tiwi menekankan pentingnya orang tua untuk lebih fokus ketika berinteraksi dengan anak. Menurutnya, kebutuhan anak tidak berubah meskipun zaman terus berkembang.
Kesibukan Orang Tua Bisa Mengurangi Komunikasi dengan Anak
Selain penggunaan gadget, kesibukan orang tua juga dapat mengurangi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Padahal, interaksi sederhana seperti mengobrol bersama keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan anak.
"Karena bukan anak yang begini, tapi orang tua pun juga sibuk," ujar Tiwi.
Tiwi kurang sepaham dengan anggapan bahwa anak akan berkembang dengan sendirinya sesuai waktunya. Menurutnya, terutama pada masa awal kehidupan, orang tua memiliki peran besar dalam membentuk anak.
"Di awal, sebetulnya orang tua yang membuat atau membentuk anak itu, sehingga kelar dia akan pergi dengan bekal yang sudah ditanamkan oleh orang tua itu," ujarnya.
Tiwi mengatakan peran orang tua perlu dipersiapkan sejak sebelum anak lahir. Edukasi kepada calon orang tua menjadi salah satu cara untuk membantu mereka memahami tanggung jawab dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, fasilitas kesehatan juga dapat berperan dalam memberikan edukasi tersebut, termasuk kepada ibu hamil.
Edukasi tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga dapat diberikan kepada masyarakat secara lebih luas.
Hal ini penting agar orang tua memahami bahwa keterlibatan mereka sangat menentukan dalam kehidupan anak, terutama pada masa awal pertumbuhan.
"Untuk menyadarkan bahwa peran mereka sangat penting nanti, saat mereka sudah melahirkan," pungkasnya.