Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang memandang cinta seperti kisah dalam film romantis. Bertemu orang yang tepat, jatuh cinta, lalu hidup bahagia selamanya. Pandangan seperti ini dapat menggambarkan seorang hopeless romantic, yakni seseorang yang melihat cinta secara ideal dan mencari hubungan yang terasa seperti menemukan belahan jiwa.
Hopeless romantic cenderung memiliki pandangan seperti dongeng terhadap hubungan. Psikolog Sabrina Romanoff, PsyDÂ mengatakan bahwa keinginan untuk mencintai dan dicintai dapat membuat seseorang melihat versi fantasi dari pasangan, bukan sosok pasangan sebagaimana adanya, dikutip dari Verywell Mind pada Rabu (23/9/2026).
5 Ciri Hopeless Romantic yang Perlu Dikenali
1. Memiliki gambaran ideal tentang cinta
Salah satu cirinya adalah memiliki gambaran ideal mengenai cinta. Seseorang mungkin membayangkan seperti apa kehidupan yang 'bahagia selamanya', kemudian mencari pasangan yang sesuai dengan gambaran tersebut saat menjalani kencan.
Advertisement
2. Cepat jatuh cinta dan terhubung secara emosional
Ciri berikutnya adalah cepat terlibat secara emosional dalam hubungan. Alih-alih mengenal pasangan secara perlahan, seseorang dapat mulai membayangkan masa depan meski baru beberapa kali bertemu.
Menurut Romanoff, terlalu banyak memikirkan seseorang, mengulang percakapan di kepala, hingga membayangkan masa depan dapat menciptakan perasaan kedekatan yang sebenarnya belum benar-benar ada.
3. Terlalu mengidealkan pasangan
Seseorang mungkin merasa hampir setiap orang yang ditemuinya adalah the one. Terapis pernikahan dan keluarga, Claudia de Llano, LMFT, menjelaskan bahwa hal ini dapat membuat seseorang menempatkan pasangan lebih tinggi dan melihatnya tidak sesuai dengan kondisi nyata dalam hubungan.
4. Terlalu banyak memberikan hal dalam hubungan
Memberikan banyak hal dalam hubungan juga bisa menjadi ciri seorang hopeless romantic.
Bentuknya dapat berupa waktu, usaha, energi, emosi, bahkan uang yang digunakan untuk kencan mahal atau memberikan hadiah.
Masalah dapat muncul ketika usaha tersebut hanya berjalan satu arah karena pasangan tidak memberikan hal yang serupa.
5. Mengabaikan tanda red flags
Tanda bahaya atau red flags juga bisa tidak terlihat. Romanoff menjelaskan bahwa seseorang dapat menutup mata terhadap kekurangan pasangan agar imajinasi tentang hubungan yang sempurna tetap bertahan.
Dalam kondisi ini, seseorang lebih sibuk membentuk pasangan sesuai dengan peran yang diinginkan daripada benar-benar mengenal pasangan sebagaimana adanya.
Tidak Selalu Buruk tapi Perlu Realistis
Menjadi hopeless romantic tidak otomatis merupakan sesuatu yang buruk. Romanoff menyebut keterbukaan terhadap cinta membutuhkan kerentanan. Bahkan, setelah mengalami patah hati, seseorang dengan kecenderungan ini masih dapat melihat sisi baik dan potensi orang lain.
Namun, masalah dapat muncul ketika keinginan yang terlalu ideal berubah menjadi ekspektasi yang tidak realistis.
De Llano mengatakan hubungan tidak mungkin terus memenuhi ekspektasi seperti dalam cerita fiksi.
Idealisasi yang berlebihan dapat membuat seseorang kesulitan melihat hubungan apa adanya, termasuk menerima pasangan sebagai pribadi yang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi yang tidak realistis dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan berkaitan dengan kepuasan hubungan yang lebih rendah.
Bagaimana Menjaga Hubungan Tetap Sehat?
Bagi individu hopeless romantic, penting untuk melihat pasangan secara lebih menyeluruh, termasuk mempertimbangkan hal yang disukai, tidak disukai, maupun hal-hal yang masih diragukan.
Selain itu, penting untuk mengenali kebutuhan pribadi dan menetapkan batasan dalam hubungan. Romanoff mengingatkan agar seseorang tidak menerima sesuatu di bawah standar hanya karena takut sendirian atau khawatir tidak akan menemukan cinta.
Mengenali kekuatan, nilai, identitas, dan emosi diri juga dapat membantu seseorang tidak terlalu mengidealkan pasangan atau menjadikan hubungan sebagai satu-satunya cara untuk menghindari kesendirian atau rasa sepi.
Jika kecenderungan tersebut terus mengganggu hubungan atau kesehatan mental, berbicara dengan tenaga profesional kesehatan mental dapat membantu memahami ketakutan, rasa tidak aman, serta pola keterikatan dalam hubungan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530155/original/014163800_1773393051-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-13T144903.412.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490184/original/028122100_1770001928-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T100842.045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2736322/original/011557200_1550899448-photo-1543269865-4430f94492b9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575744/original/042265200_1694687813-national-cancer-institute-BQPi8F_UON0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225140/original/057920300_1598947174-man-woman-are-sitting-table-talking-quarreling-with-each-other-real-quarrel-household-issues_163305-6357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3569791/original/060021600_1631511413-afif-kusuma-CT7IWRM7G5k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4756278/original/039116800_1709109917-deedee-geli-VsG8OvIL1L8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345856/original/082791900_1789097444-01M25PZ9Z1Z05MZXB5WS6BQNBY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686810/original/057930900_1702575320-Ilustrasi_main_HP_sambil_tiduran__kangen__LDR__membaca_pesan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2915987/original/061200800_1568880077-Photo_by_Ori_Song_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2712920/original/059815200_1548400472-christopher-jolly-518654-unsplash.jpg)