Liputan6.com, Jakarta - Mengasuh anak di tengah derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Beragam informasi tentang parenting dan tumbuh kembang anak yang mudah ditemukan justru bisa membuat orang tua bingung dan terdistraksi.
"Saya melihat bahwa pengasuhan atau membesarkan anak sekarang itu jauh lebih sulit daripada dulu," kata Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS, atau yang akrab disapa dokter Tiwi, di Bunda Parenting Convention 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia pada Sabtu (8/8/2026)
Menurut Tiwi, derasnya informasi sebenarnya tidak menjadi persoalan apabila orang tua sudah memahami kebutuhan anak. Namun, bagi orang tua yang baru memiliki anak, banyaknya informasi dapat membuat mereka kebingungan.
Advertisement
"Kalau orang tua yang teguh mengerti apa kebutuhan itu, dia nggak bingung. Tapi kalau dia orang tua baru, dia bingung," katanya.
Kebingungan tersebut dapat membuat orang tua terlalu banyak melihat pola pengasuhan orang lain. Mereka kemudian membandingkan anak sendiri dengan anak lain, termasuk melihat berbagai referensi yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan anaknya.
"Jadi, semua dilihat sehingga dia terdistraksi justru pada anaknya sendiri. Jadi dia abai terhadap anaknya. Dia melihat anak-anak orang lain. Dia melihat referensi orang lain,"Â ujar Tiwi.
Pentingnya Peran Orang Tua Sejak Kehamilan
Dokter Tiwi yang telah 25 tahun menjadi dokter anak di RSIA Bunda Jakarta mengatakan perhatian terhadap tumbuh kembang anak perlu dimulai sejak awal, bahkan sejak masa kehamilan.
Menurutnya, salah satu tantangan yang cukup besar adalah mendampingi ibu yang baru memiliki bayi. Sebab, ibu yang baru melahirkan belum memiliki banyak pengalaman dalam merawat dan memenuhi kebutuhan bayinya.
Oleh sebab itu, peran tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, dibutuhkan untuk membantu orang tua memahami kebutuhan bayi dan menjalani proses pengasuhan dengan lebih tenang.
Tiwi menilai bahwa ketenangan menjadi modal penting bagi ibu selama kehamilan.
Â
Obesitas Anak Jadi Perhatian
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9319288/original/041503000_1786232080-Dokter_Tiwi_Spesialis_Anak.jpg)
Selain pengasuhan, Tiwi menyoroti persoalan tumbuh kembang anak yang kini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi. Kelebihan gizi atau obesitas juga menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, tidak sedikit anak usia sekolah yang mengalami berat badan berlebih.
"Jadi, kita banyak menemukan anak-anak yang kelas 5 SD sudah berat badannya 70 kg. Yang SMA kelas 2, 100 kg," kata Tiwi.
Dia menekankan bahwa obesitas pada anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan dokter. Lingkungan sekolah, termasuk guru dan kurikulum, juga memiliki peran.
"Artinya, obesitas itu bukan hanya orang tua yang bertanggung jawab atau dokter, tapi kurikulum sekolah yang padat juga membuat," ujarnya.
Dokter Tiwi menilai perhatian terhadap kesehatan anak di sekolah perlu berjalan beriringan dengan pencapaian akademis.
Anak, kata Tiwi, tidak cukup hanya didorong untuk pintar tapi juga perlu mendapatkan dukungan agar tumbuh dan berkembang secara sehat.
Melalui Bunda Parenting Convention 2026, Tiwi berharap orang tua tidak hanya mendapatkan informasi, tapi juga memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, informasi mengenai parenting saat ini sangat mudah ditemukan melalui media sosial. Namun, informasi tersebut belum tentu menjawab pertanyaan orang tua mengenai bagaimana cara menerapkannya secara langsung.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319287/original/095975700_1786232079-Dokter_Tiwi_RS_Bunda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3250266/original/065086400_1601184533-20200927-Ambulans-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752970/original/044544400_1708917243-kenny-eliason-5ddH9Y2accI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319158/original/072788900_1786189125-Menkes_makan_kimpul.jpg)