Cara Tepat Mengolah Kimpul agar Tak Bikin Bibir Gatal

Pakar Nutrition and Food Safety dari IPB mengungkap trik mengolah kimpul agar tidak bikin bibir gatal.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 10 Agustus 2026, 17:00 WIB
Umbi Kimpul (Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Jakarta - Umbi lokal, kimpul, tengah naik daun akhir-akhir ini berkat content creator pemilik akun Instagram @black.sheep8208. Namun, di balik kepopulerannya, Anda mesti tahu cara mengolah kimpul yang benar agar tidak bikin bibir gatal

Ahli Gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof. Ahmad Sulaeman, mengatakan kimpul perlu dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

"Iya kalau dimakan mentah (bisa bikin bibir gatal), Tapi kalau sudah dimasak dengan proses pengolahan yang benar, kimpul tersebut tidak akan menyebabkan gatal pada bibir," ujar Ahmad menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com ditulis Senin (10/8/2026).

Ahmad mengatakan sebelum dimasak, kimpul perlu dicuci terlebih dahulu menggunakan air mengalir hingga getahnya hilang. Selain itu, kimpul yang telah dikupas sebaiknya dipotong dengan bagian kulit yang dikupas cukup tebal.

Rendam Kimpul Mentah di Air Garam

Prof Ahmad juga menyarankan potongan kimpul direndam dalam air garam selama sekitar 30 menit hingga satu jam. Setelah itu, kimpul perlu dimasak hingga benar-benar matang.

"Memasak kimpul harus sampai benar-benar matang," pesan Prof Ahmad.

 

 

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan umbi lokal dengan nama latin Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott.

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu kelompok dengan talas. Umbi ini dikenal sebagai talas Belitung, sedangkan dalam bahasa Inggris sering disebut Blue Taro, cocoyam atau tannia.

Di Indonesia, kimpul dikenal dengan beragam nama sesuai daerahnya. Sebagian masyarakat menyebutnya talas Belitung, sementara di daerah lain lebih populer dengan nama kimpul, talas kimpul, busil, atau bote. Meski memiliki sebutan yang berbeda, semuanya merujuk pada spesies tanaman yang sama.

Kimpul memiliki sejumlah keunggulan dari sisi kandungan gizinya.

- Indeks Glikemik Rendah

Kimpul memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Karena itu, kimpul berpotensi menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat. Namun, jumlah konsumsi dan cara pengolahan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang mengatur kadar gula darah.

- Kandungan Protein Tinggi dengan Lemak Rendah

Ahmad juga menyebut kimpul memiliki kandungan protein yang relatif lebih tinggi, sementara kandungan lemaknya lebih rendah. Karakteristik tersebut membuat kimpul berpotensi digunakan sebagai salah satu pilihan makanan bagi pasien diabetes maupun yang tengah mengontrol berat badan.

"Kimpul juga mempunyai indeks glikemik yang rendah sehingga aman untuk penderita diabetes ataupun diet yang ketat lainya. Sementara itu kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah sehingga baik untuk yang akan menurunkan berat badan," tutur Prof Ahmad.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya