Kimpul Rendah Oksalat, Tak Bikin Mulut Gatal

Berbeda dengan talas dan umbi lain yang bisa bikin area mulut gatal, kimpul tidak.

Diterbitkan 18 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kimpul merupakan salah satu jenis umbi yang memiliki kandungan asam oksalat relatif rendah. Kondisi ini membuat kimpul tidak menimbulkan sensasi gatal di mulut saat dikonsumsi seperti disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof Titi Candra Sunarti, mengatakan kimpul tetap mengandung oksalat, tetapi jumlahnya relatif sedikit.

“Ada (oksalat), tetapi sedikit. Jadi tidak menimbulkan gatal di mulut,” ujar Titi.

Ia menjelaskan, pada jenis umbi tertentu, oksalat dapat berbentuk kristal seperti jarum yang memicu rasa gatal di mulut. Kandungan tersebut dapat dikurangi melalui sejumlah proses pengolahan, seperti perendaman dalam air garam atau air kapur, kemudian dilanjutkan dengan pemasakan.

Selain rendah oksalat, kimpul juga punya keunggulan mudah diolah. "Pengolahannya sederhana, bisa direbus atau dikukus dan langsung dikonsumsi,” ujar Titi mengutip laman IPB University, Jumat (18/9/2026).

Selain itu, kimpul juga bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti perkedel, keripik, dan tepung bebas gluten. Peluang pengembangan kimpul sebagai tepung perlu didukung dengan industri pengolahan dan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

“Kalau produksi berlebih, baru dibuat tepung. Tepung itulah yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan berbagai produk pangan,” katanya.

 

Makan Kimpul Bikin Kenyang Lebih Lama

Titi mengatakan kimpul seperti umbi pada umumnya yang memiliki kandungan protein dan lemah lebih rendah dibandingkan serealia. Maka bila menjadikan kimpul sebagai makanan utama perlu dilengkapi sumber protein dan pangan lain agar kebutuhan gizi lebih seimbang.

Kandungan karbohidrat kimpul tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

“Karakter tersebut membuat kimpul berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari pola konsumsi yang memperhatikan pengendalian gula darah,” ucap Titi.