Gadget dan Mata Juling Anak, Benarkah Ada Hubungannya?

Penggunaan gadget dan mata juling anak ternyata punya kaitan tertentu. Simak penjelasan dokter berikut ini.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 11 Agustus 2026, 16:39 WIB
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), menjelaskan kaitan gadget dan mata juling anak. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan gadget pada anak tidak secara langsung menyebabkan mata juling. Namun, kebiasaan menatap layar dalam jarak dekat dalam waktu lama dapat memperburuk kondisi mata anak yang memang memiliki kecenderungan mengalami miopia atau mata minus.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K) menjelaskan bahwa penggunaan gadget membuat anak lebih sering memusatkan fokus pada objek dalam jarak dekat.

"Kalau secara langsung ya, itu mungkin tidak. Namun, penggunaan gadget itu akan memicu pada anak-anak yang memang punya kecenderungan akan berisiko matanya minus, mata miopia, akan memperburuk mata minusnya," ujarnya.

Menurut Lely, kondisi tersebut terjadi karena anak terus-menerus menggunakan matanya untuk melihat dalam jarak dekat.

"Karena anak hanya fokusnya melihat dalam jarak dekat terus. Jadi, mengejar fokusnya cuma itu saja, makanya makin panjang," tambahnya.

Masalahnya, gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak langsung disadari orang tua. Ketika melihat dari jarak dekat, anak mungkin masih terlihat tidak mengalami masalah.

Kondisi tersebut baru lebih mudah diketahui ketika anak mulai bersekolah dan harus melihat objek dari jarak jauh.

"Sering kali orang tua terlambat mengenali anaknya, karena kalau dekat kan anaknya sepertinya enggak ada masalah. Baru kalau sekolah, lihat jauh. Baru biasanya sudah sekolah, usia sekolah dasar, baru tahu," kata Lely.

Jika kelainan penglihatan tidak segera ditangani, anak dapat mengalami kesulitan melihat jauh. Dalam kondisi tertentu, kelainan refraksi tersebut kemudian dapat berkaitan dengan munculnya mata juling.

"Jadi, dia akhirnya menyebabkan julingnya. Jadi, julingnya itu komplikasinya, sekundernya yang disebabkan oleh kelainan kacamata," ujar Lely.

 

Anak Sering Miringkan Kepala Saat Melihat

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), menjelaskan penyebab anak sering memiringkan kepala saat melihat. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Selain memperhatikan penggunaan gadget, orang tua juga perlu mencermati kebiasaan anak ketika melihat. Salah satunya adalah kebiasaan memiringkan kepala.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), mengatakan kebiasaan tersebut tidak selalu menandakan adanya gangguan penglihatan.

Pada anak dengan mata juling, memiringkan kepala dapat menjadi cara untuk mendapatkan penglihatan binokuler yang lebih baik.

"Jadi, memiringkan wajah itu bisa disebabkan oleh, misalkan, tadi saya katakan kalau orang itu juling, pada posisi tertentu dia bisa membuat matanya jadi menyatu. Sehingga terjadi namanya anomalous head posture," kata Gusti.

Namun, menurut Gusti, tidak semua anak yang memiringkan kepala mengalami mata juling. Kebiasaan tersebut juga bisa muncul karena ketajaman penglihatan yang kurang baik.

"Kalau penglihatannya kurang tajam, kemudian dia memiringkan kepala itu, bisa mendapatkan dia lebih jelas melihat," ujarnya.

Oleh sebab itu, setiap kali anak memiliki kebiasaan memiringkan kepala saat melihat, orang tua sebaiknya memastikan kondisi penglihatannya.

"Apa pun itu, setiap memiringkan kepala, kita harus cek apakah ada kelainan penglihatan, ketajaman masing-masing mata, apakah ada kelainan kedudukan kepala mata," ujar Gusti.

Meski demikian, Gusti menambahkan, ada anak yang memang memiringkan kepala hanya karena kebiasaan atau habit. Anak tersebut tidak mengalami mata juling dan memiliki penglihatan yang baik.

"Jadi, ada habit juga, sehingga kayak duduk itu dia memiring. Tapi sebetulnya dia tidak ada kelainan sebenarnya, ada seperti itu," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya