Tekan Emisi Karbon, RS Kanker Dharmais Canangkan Program Net Zero Hospital

RS Kanker Dharmais mencanangkan program Net Zero Hospital sebagai komitmen menekan emisi karbon, mengelola 1,5 ton sampah per hari.

Diterbitkan 26 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais resmi mencanangkan program Net Zero Hospital sebagai bentuk komitmen dalam menekan emisi karbon serta menjaga kelestarian lingkungan di area pelayanan kesehatan.

"Net Zero Hospital adalah upaya rumah sakit untuk menekan emisi karbon seminimal mungkin," ujar Direktur Layanan Operasional RS Kanker Dharmais, dr. Juliana Aritonang, dalam acara Pencanangan dan Talk Show Net Zero Hospital di RS Kanker Dharmais, Jakarta, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Juliana mengungkapkan bahwa dalam kegiatan operasional sehari-hari, RS Kanker Dharmais menghasilkan timbulan sampah hingga sekitar 1,5 ton per hari. Melalui pencerangan program ini, manajemen berharap dapat membangun budaya kerja baru yang lebih ramah lingkungan, termasuk lewat efisiensi penggunaan energi listrik dan air.

Menurutnya, kualitas lingkungan rumah sakit berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan dan proses pemulihan kesehatan pasien. Sebagai pusat rujukan kanker nasional, penciptaan ekosistem yang bersih dan hijau menjadi krusial dalam menunjang kualitas layanan medik.

"Harapannya dengan pencanangan Net Zero Hospital ini nanti akan diikuti juga oleh rumah sakit-rumah sakit lain, sehingga pasien akan bisa menjadi lebih nyaman dan lebih sehat lagi," tambahnya.

 

Penerapan Kebiasaan Hemat Energi Sehari-hari

Implementasi Net Zero Hospital di RS Kanker Dharmais tidak hanya berfokus pada tata kelola sampah, tetapi juga diterapkan melalui kebiasaan sederhana seluruh insan rumah sakit. Langkah nyata ini meliputi penghematan penggunaan listrik dengan mematikan lampu dan komputer saat tidak digunakan, hingga imbauan memanfaatkan tangga manual ketimbang lift untuk aktivitas jarak pendek.

Melalui pendekatan ini, program Net Zero Hospital diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan fasilitas kesehatan yang lebih bersih dan ramah lingkungan, melainkan juga meningkatkan efisiensi biaya operasional rumah sakit secara berkelanjutan.