Liputan6.com, Jakarta - Anak yang sering memiringkan kepala saat melihat mungkin terlihat seperti sekadar punya kebiasaan unik. Namun, jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut ternyata bisa berkaitan dengan cara anak mengatasi gangguan penglihatannya, termasuk pada kondisi mata juling.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), menjelaskan bahwa anak dengan mata juling dapat memiringkan kepala pada posisi tertentu agar kedua matanya bisa bekerja lebih baik.
Advertisement
"Jadi, memiringkan wajah itu bisa disebabkan oleh, misalkan, tadi saya katakan kalau orang itu juling, pada posisi tertentu dia bisa membuat matanya jadi menyatu. Sehingga terjadi namanya anomalous head posture," ujar Gusti.
Menurut Gusti, posisi kepala tersebut dilakukan anak untuk mendapatkan penglihatan binokuler. Dengan posisi tertentu, anak berusaha membuat kedua matanya dapat bekerja secara bersamaan sehingga penglihatannya menjadi lebih optimal.
"Pada kondisi itu, memiringkan kepala itu dia cari untuk bisa mendapatkan penglihatan binokuler," katanya.
Tidak Selalu karena Mata Juling
Meski begitu, orang tua perlu memahami bahwa kebiasaan memiringkan kepala tidak selalu menandakan anak mengalami mata juling.
Gusti menjelaskan bahwa posisi kepala yang miring juga dapat terjadi ketika ketajaman penglihatan anak kurang baik. Anak bisa menemukan posisi tertentu yang membuat objek terlihat lebih jelas.
"Tapi tidak semua yang memiringkan kepala pasti begitu, belum tentu. Bisa juga memiringkan kepala karena penglihatannya kurang tajam," jelasnya.
Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya hanya dari kebiasaan anak. Pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan apakah terdapat gangguan penglihatan atau kelainan pada posisi mata.
"Apa pun itu, setiap memiringkan kepala, kita harus cek apakah ada kelainan penglihatan, ketajaman masing-masing mata, apakah ada kelainan kedudukan kepala mata," ujar Gusti.
Bisa Jadi Hanya Kebiasaan
Di sisi lain, ada anak yang memang memiliki kebiasaan memiringkan kepala tanpa mengalami gangguan penglihatan maupun mata juling.
Gusti mengatakan bahwa anak dengan kondisi tersebut tetap memiliki penglihatan yang baik. Kebiasaan memiringkan kepala dilakukan karena sudah menjadi habit atau kebiasaan.
"Walaupun ada juga anak yang karena kebiasaan, dia tidak juling, penglihatannya bagus, tapi suka memiringkan kebiasaan, habit," ujarnya.
"Jadi, ada habit juga, sehingga kayak duduk itu dia memiring. Tapi sebetulnya dia tidak ada kelainan sebenarnya, ada seperti itu," tambahnya.
Perhatikan Kebiasaan Anak Saat Melihat
Kebiasaan memiringkan kepala pada anak memang tidak selalu berarti ada masalah pada mata. Namun, jika dilakukan terus-menerus, orang tua sebaiknya tidak mengabaikannya.
Terlebih jika kebiasaan tersebut disertai tanda lain, seperti posisi kedua mata yang tidak sejajar, anak sering memicingkan mata, menutup salah satu mata saat melihat, atau mengalami kesulitan melihat objek dari jarak tertentu.
Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mengetahui penyebab anak sering memiringkan kepala. Dengan begitu, jika memang terdapat mata juling atau gangguan penglihatan lainnya, kondisi tersebut dapat diketahui dan ditangani sesuai penyebabnya.