Liputan6.com, Jakarta - Anda pasti sering dengar anak-anak tidak boleh tidur larut malam. Dokter spesialis anak, Ditia Gilang Shah Putra Rahim, mengatakan produksi hormon pertumbuhan yang paling banyak keluar selama anak tidur.
"Kebiasaan tidur terlalu malam dapat memengaruhi tinggi badan anak. Anak yang kurang tidur berisiko memiliki tinggi badan yang lebih pendek. Hal ini berhubungan dengan produksi hormon pertumbuhan yang paling banyak keluar selama anak tidur,” kata Gilang.
Advertisement
Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak dan mencapai puncaknya saat fase deep slow-wave sleep (SWS), yaitu bagian dari fase tidur non-rapid eye movement (NREM). Pada fase ini, hormon pertumbuan dilepaskan ke aliran darah menuju kejaringan yang berperan memperbaiki jaringan, membangun otot dan memperkuat tulang.
Satu jam sebelum tidur sebaiknay sudah tidak memegang gawai. Lalu, pastikan anak lama tidur juga terpenuhi sesuai dengan usia.
“Durasi tidur yang dianjurkan bervariasi sesuai usia, mulai dari 9–12 jam untuk anak usia sekolah hingga 8–10 jam untuk remaja,” tuturnya.
Gilang tak mengatakan nanti saat pubertas akan ada lonjakan pertumbuhan tinggi badan anak akibat peningkatan hormon seks dan hormon pertumbuhan. Namun, pertumbuhan optimal sebenarnya harus dipersiapkan jauh sejak sebelum pubertas melalui pola hidup sehat.
Selain Tidur, Gizi Seimbang Juga Penting
Selain tidur yang cukup, anak-anak di masa pertumbuhan perlu mengonsumsi asupan gizi seimbang. Dimana setiap kali makan ada makronutrien dan makronutrien yakni karbohidrat, protein terutama protein hewani, serta serat dari sayur dan buah.
Jadi, tidak cukup hanya dengan minum susu saja untuk membuat anak bertambah tinggi.
“Jadi konsumsi susu saja tidak cukup. Harus ada kombinasi dari variasi zat gizi makro dan mikro yang seimbang,” kata dosen IPB University dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) itu.
Suplemen Tak Selalu Diperlukan
Ia menjelaskan, anak memerlukan karbohidrat kompleks, protein hewani, lemak, vitamin D, vitamin K, kalsium, zink, magnesium, dan fosfor untuk mendukung pertumbuhan tulang secara optimal.
Lalu kapan anak perlu suplemen? Suplemen hanya berfungsi sebagai penunjang dan diberikan sesuai kebutuhan, misalnya pada anak yang mengalami kekurangan vitamin atau gangguan penyerapan nutrisi.
Selain itu, Gilang juga mendorong agar anak rutin beraktivitas fisik untuk mendukung pertumbuhan.