Liputan6.com, Jakarta - Tidur merupakan salah satu kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Namun, kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda. Perempuan disebut cenderung membutuhkan waktu tidur sedikit lebih lama dibandingkan laki-laki.
Mengutip Cleveland Clinic pada Selasa (25/8/2026), perempuan rata-rata tidur sekitar 11 menit lebih lama setiap malam dibandingkan laki-laki.
Meski selisih tersebut terbilang kecil dan tidak berlaku untuk semua orang, perbedaan kebutuhan tidur dapat berkaitan dengan sejumlah faktor yang lebih sering memengaruhi kualitas tidur perempuan.
Advertisement
Spesialis gangguan tidur Michelle Drerup, PsyD, mengatakan kebutuhan tidur sebagian besar orang dewasa berada pada kisaran tujuh hingga sembilan jam.
Menurutnya, setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda. Bahkan, setiap menit tidur dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.
Perubahan Hormon
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan tidur perempuan adalah perubahan hormon. Siklus tidur dan hormon saling berkaitan sehingga perubahan hormon dapat mengganggu pola tidur.
Perempuan mengalami perubahan hormon secara berkala selama siklus menstruasi. Perubahan hormon juga terjadi pada tahap kehidupan tertentu, seperti kehamilan, menyusui, perimenopause, dan menopause.
Menurut Drerup, perubahan hormon selama menopause dapat memberikan dampak cukup besar terhadap kualitas tidur.
Perempuan yang mengalami menopause dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mencapai tidur yang nyenyak.
Risiko mengalami gangguan tidur maupun kondisi kesehatan tertentu yang turut mengganggu tidur juga dapat meningkat setelah menopause.
Berkaitan dengan Kesehatan Mental
Selain perubahan hormon, kesehatan mental juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Kurang tidur dapat berdampak pada kondisi mental, sementara depresi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami masalah tidur.
Drerup menyebut perempuan memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami kecemasan dan depresi dibandingkan laki-laki. Kedua kondisi tersebut juga berkaitan dengan insomnia.
"Wanita memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan pria untuk mengalami kecemasan dan depresi, dan kedua kondisi tersebut berkaitan dengan insomnia," ujar Drerup.
Drerup juga membedakan rasa lelah biasa dengan gejala depresi.
Seseorang yang hanya merasa lelah biasanya masih memiliki keinginan untuk melakukan aktivitas yang disukai, tetapi kekurangan energi.
Sementara itu, depresi dapat membuat seseorang kehilangan minat terhadap berbagai hal yang biasanya menyenangkan.
Risiko Gangguan Tidur Meningkat
Perempuan juga lebih rentan mengalami beberapa gangguan tidur. Salah satunya adalah restless legs syndrome, yang risikonya disebut sekitar dua kali lebih tinggi pada perempuan.
Risiko gangguan tidur tertentu juga dapat berubah seiring bertambahnya usia. Setelah menopause, risiko obstructive sleep apnea (OSA) pada perempuan dapat meningkat hingga sekitar 67 persen.
Gejalanya terkadang tidak terlalu jelas. Selain mendengkur, OSA dapat ditandai dengan gejala seperti sakit kepala pada pagi hari.
Karena kebutuhan tidur setiap orang berbeda, kondisi tubuh pada pagi hingga menjelang siang dapat menjadi salah satu indikator apakah waktu tidur sudah cukup.
Energi, kemampuan berkonsentrasi, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari dapat diperhatikan untuk menilai kecukupan tidur.
Cara Mendapatkan Tidur Berkualitas
Untuk membantu mendapatkan tidur yang berkualitas, Drerup menyarankan beberapa langkah berikut:
- Menghindari alkohol dan kafein.
- Membuat lingkungan tidur yang gelap dan sejuk.
- Rutin berolahraga.
- Menjaga jadwal tidur tetap teratur.
- Memperhatikan kesehatan mental.
- Melakukan tidur singkat selama 10 hingga 20 menit jika diperlukan.
Tidur siang dalam durasi terlalu lama berpotensi membuat seseorang lebih sulit tidur pada malam hari.
Jika gangguan tidur terus terjadi atau seseorang sering merasa lelah meski sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup, Drerup menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4633292/original/014896000_1698919401-slaapwijsheid-nl-nWt1z1Ue86k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2433182/original/092215500_1542949468-vladislav-muslakov-261627-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330086/original/058020000_1787314819-Deddy_Corbuzier__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735779/original/010114200_1707186914-elizabeth-lies-PIQCA1ReSgU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510411/original/044324000_1771827784-Gemini_Generated_Image_7r9q3b7r9q3b7r9q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3435563/original/003219200_1618994717-WhatsApp_Image_2021-04-16_at_11.11.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296541/original/019763400_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423742/original/048898800_1780200899-KamranAydinov_2__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2923702/original/098120700_1569563536-kinga-cichewicz-FVRTLKgQ700-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460366/original/036604200_1767247981-close-up-cute-kid-sleeping.jpg)