Liputan6.com, Jakarta - Aktor sekaligus golf enthusiast, Samuel Zylgwyn, membagikan rahasia menjaga kebugaran tubuh di tengah konsistensinya menekuni olahraga golf selama lebih dari satu dekade. Pria yang mulai bermain golf sejak 2010 ini, mengatakan, selain rutin berlatih di lapangan, dia juga memiliki pola latihan fisik di gym.
Meski rutin nge-gym, Samuel justru menghindari latihan beban berat yang berfokus pada pembentukan otot secara masif atau bodybuilding.
Advertisement
Menurutnya, tubuh yang terlalu kekar dengan massa otot berlebih dapat membatasi ruang gerak dan fleksibilitas yang dibutuhkan saat melakukan ayunan tongkat golf atau swing.
"Yang jelas, karena gue nge-gym, gue nggak mau terlalu main beban yang membentuk otot banget. Yang penting lebih ke fleksibilitas," ujar Samuel saat ditemui media dalam konferensi pers Golf House 'Home for Every Golfer' pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Aktor yang pernah membintangi serial Manusia Harimau itu menilai bahwa terlalu fokus membentuk tubuh seperti bodybuilder justru bisa mengurangi keluwesan saat mengayunkan tongkat golf.
"Terus kalau terlalu bodybuilder banget, nggak bisa mukul kita malah. Jadi harus yang badan fleksibel aja," tambahnya.
Fokus Latihan Kardio, Core, dan Kaki
Alih-alih mengejar massa otot, Samuel memilih memfokuskan latihan pada tiga area utama, yakni kardio, otot perut atau core, dan kaki.
Menurut aktor yang kini menetap di Bali tersebut, kekuatan otot perut dan kaki menjadi fondasi penting untuk menjaga tumpuan dan kestabilan saat melakukan pukulan golf.
"Jadi mungkin gue lebih ke kardio, main otot perut, sama kaki sih. Karena itu yang jadi fondasi di golf juga," tambahnya.
Samuel juga membandingkan efek bermain golf dengan sepak bola terhadap kondisi fisiknya. Dia, mengaku, bermain sepak bola kini lebih sering membuat tubuhnya terasa pegal hingga encok keesokan harinya.
Hal tersebut berbeda ketika dia bermain golf. Menurut Samuel, tubuhnya justru tidak terlalu terasa pegal setelah bermain golf.
"Kalau main bola, bola kaki ya, itu besoknya encok. Tapi kalau main golf, nggak. Cuma ngantuk aja, ya kan bangunnya subuh," ujar Samuel.
Golf Tak Hanya Soal Fisik
Bagi Samuel, golf bukan sekadar olahraga yang membutuhkan kebugaran fisik. Menurutnya, golf juga sangat menguji attitude, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Pria yang mulai menggemari golf sejak usia 20-an itu, mengatakan, perkembangan handicap atau skor permainannya justru semakin baik setelah menikah. Dia menilai hal tersebut terjadi karena dirinya mulai mampu mengendalikan ego dan tidak lagi memaksakan setiap pukulan.
"(Progresnya) dari handicap gede ke tengah itu lama karena saya ngotot mainnya. Tapi begitu sudah nikah, (handicap) 15 ke single itu cepat. Karena kita main nggak ngotot, pakai strategi, lebih santai, lebih enjoy," katanya.