Pilih Pilates daripada Weightlifting untuk Tambah Massa Otot, Apa Bisa?

Benarkah pilates bisa menambah massa otot? Dokter ungkap perbedaannya dengan weightlifting.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 13 Agustus 2026, 13:22 WIB
Memilih pilates daripada weightlifting untuk menambah massa otot? Dokter Nadhira Afifa menjelaskan perbedaan stimulus kedua jenis latihan tersebut terhadap pertumbuhan otot. (dok. Unsplash/Ahmet Kurt)

Liputan6.com, Jakarta - Pilates menjadi salah satu pilihan olahraga bagi orang yang ingin membentuk tubuh tanpa melakukan weightlifting atau latihan angkat beban. Namun, apakah memilih pilates daripada weightlifting tetap efektif untuk menambah massa otot?

Dokter spesialis gizi klinik Fyn Nutrition & Wellness Center, Gandaria, Jakarta Selatan, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK menjelaskan bahwa secara anatomi, otot tidak dapat benar-benar menjadi lebih panjang karena titik origin dan insertion-nya tetap melekat pada tulang.

Menurutnya, hal yang lebih penting untuk dipahami adalah konsep mechanical tension, yaitu ketegangan yang diterima otot selama latihan. Mechanical tension menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan otot atau muscle hypertrophy.

"Otot itu tumbuh signifikan ketika dipapar sama tension mekanis yang cukup besar. Jadi, entah lewat beban berat atau lewat latihan yang didorong terus sampai mendekati titik gagal alias failure," katanya dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @nadhiraafifa pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Nadhira, menambahkan,"Research menemukan bahwa mechanical tension ini driver utama dan paling non-negotiable buat hypertrophy jangka panjang. Alias penambahan massa otot."

Apakah Pilates Bisa Menambah Massa Otot?

Nadhira menjelaskan bahwa pilates tetap memberikan stimulus pada otot. Namun, latihan ini umumnya menggunakan berat badan sendiri atau resistance spring dengan beban yang relatif ringan.

"Progressive overload-nya ada, tapi enggak sebesar weightlifting, yang bebannya terus-terusan dinaikin," tambahnya.

Oleh sebab itu, stimulus dari pilates dinilai belum tentu cukup besar untuk memicu hypertrophy yang signifikan. Meski begitu, otot tetap aktif dan dapat mengalami kelelahan selama latihan.

"Jadi, stimulus-nya memang enggak cukup besar untuk memicu hypertrophy yang signifikan, meskipun ototnya tetap aktif dan capek," tambah Nadhira.

Manfaat Pilates Tetap Ada

Meski demikian, bukan berarti pilates tidak bermanfaat. "Pilates itu bagus banget untuk ngelatih core, flexibility, dan mobility,” katanya.

Bagi orang yang memiliki massa otot rendah dan ingin meningkatkan massa otot secara intensif, Nadhira menyarankan untuk lebih fokus pada weightlifting. Latihan beban memungkinkan progressive overload dan intensitas latihan diatur lebih mudah.

"Kalau kamu ada di massa otot yang kecil banget dan memang lagi mau intens naikin massa otot atau hypertrophy, memang bagusnya kamu fokus dulu di weightlifting," kata Nadhira.

Nadhira menekankan bahwa semua jenis olahraga memiliki manfaat. Pilihan latihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

"Nah, jadi, semua olahraga tuh bagus, tapi tinggal disesuaikan aja mana yang sekarang jadi goal kamu. Yang paling penting, olahraganya dimulai dulu," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK (@nadhiraafifa)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya