Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak menstigma orang dengan tuberkulosis (TB). Orang yang terdiagnosis TB seharusnya mendapatkan dukungan untuk menjalani pengobatan hingga tuntas, bukan justru dijauhi atau diberi stigma.
"Setelah menjalani pengobatan sekitar satu bulan, risiko penularan dapat berhenti. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap TB sebagai penyakit yang memalukan, mengingat pengobatannya sudah tersedia secara gratis dan efektif," kata Budi usai mendapatkan laporan ada 26 siswa di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang terindikasi TB.
Advertisement
Saat ini, Kementerian Kesehatan terus memperluas deteksi dini TB, termasuk di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti sekolah, pondok pesantren, dan lembaga pemasyarakatan.
Budi mengatakan pemerintah menambah ribuan perangkat X-ray untuk mendukung skrining TB secara lebih luas. Pemeriksaan tersebut nantinya dibawa langsung ke berbagai lokasi sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalani deteksi dini.
"Untuk memperluas deteksi dini, Kemenkes akan membeli ribuan perangkat X-ray yang dapat digunakan untuk melakukan skrining secara luas. Pemeriksaan akan dibawa ke berbagai lokasi, termasuk sekolah, pesantren, dan lembaga pemasyarakatan, terutama tempat-tempat dengan pola hunian padat atau berasrama," ujar Budi dalam kunjungan ke Ponpes Tebuireng pada Kamis (20/8/2026) mengutip Antara.
Apa Itu Tuberkulosis?
TB merupakan penyakit infeksi atau radang pada jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan droplet saat penderita TB aktif batuk, bersin, atau berbicara.
Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun dapat juga mempengaruhi organ tubuh lainnya seperti tulang, ginjal, dan otak. TBC merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia akibat penyakit menular.
Berdasarkan Global TB Report 2024, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam hal beban kasus TBC setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun, yang berarti ada sekitar 14 kematian setiap jamnya.