Makan Makanan yang Sama Setiap Hari, Sehat atau Justru Berisiko?

Makan menu yang sama setiap hari memang praktis, tapi benarkah selalu baik untuk kesehatan?

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 23 Agustus 2026, 18:00 WIB
Makan makanan yang sama setiap hari memang terasa praktis karena tidak perlu repot menentukan menu. Namun, kebiasaan ini tetap perlu diimbangi dengan pilihan makanan sehat dan sedikit variasi. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Makan makanan yang sama setiap hari bisa menjadi cara praktis untuk menyederhanakan rutinitas. Kebiasaan ini membuat seseorang tidak perlu terus-menerus memikirkan menu, berbelanja bahan makanan yang berbeda, atau memasak dengan pilihan yang beragam. Pola makan seperti ini dikenal sebagai food monotony.

Selain praktis, makan menu yang sama setiap hari juga dapat membantu mengurangi decision fatigue atau kelelahan akibat terlalu banyak mengambil keputusan, terutama bagi orang yang harus menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri maupun keluarga.

Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu baik. Risiko kekurangan nutrisi bisa meningkat jika menu yang dikonsumsi setiap hari tidak seimbang, terutama jika sebagian besar terdiri dari makanan ultra-proses atau camilan tinggi lemak, garam, dan gula.

Profesor emerita bidang nutrisi, studi pangan, dan kesehatan masyarakat di New York University, Marion Nestle, mengatakan, mengonsumsi makanan yang sama berulang kali sebenarnya tidak menjadi masalah selama makanan tersebut sehat dan seimbang.

"Saya bisa membayangkan hal yang lebih buruk daripada mengonsumsi makanan yang sama berulang kali, selama makanan tersebut seimbang dan sehat," kata Nestle dikutip dari Channel News Asia pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic, Julia Zumpano, makanan yang seimbang setidaknya mengandung protein, karbohidrat, dan lemak sehat sehingga dapat memberikan berbagai nutrisi penting bagi tubuh.

Sebagai contoh, sarapan berupa yoghurt atau oatmeal dengan buah segar lebih baik dibandingkan menu yang terdiri dari bacon, telur, dan kentang goreng. Untuk makan siang, salad juga dinilai lebih sehat dibandingkan roti lapis ham dengan roti putih.

Sementara itu, untuk makan malam, ayam atau ikan panggang yang dilengkapi sayuran dan nasi merah merupakan pilihan yang lebih bernutrisi dibandingkan burger dan kentang goreng.

Mengapa Orang Makan Menu yang Sama Setiap Hari?

Alasannya bisa sederhana. Sebagian orang memang menyukai makanan tertentu sehingga tidak keberatan mengonsumsinya berulang kali.

Namun, ada juga yang sengaja menerapkan pola makan monoton untuk menurunkan atau mengontrol berat badan. Penelitian dari Drexel University menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi menu yang sama setiap hari mengalami penurunan berat badan lebih banyak selama 12 minggu dibandingkan mereka yang menjalani pola makan lebih bervariasi.

Faktor lain yang berperan adalah decision fatigue. Menurut Zumpano, hal ini terutama dapat dirasakan oleh orang yang setiap hari harus menentukan menu untuk anggota keluarga.

Tetap Perlu Variasi Makanan

Meski begitu, ahli gizi tetap menyarankan agar pola makan tidak sepenuhnya monoton. Sedikit variasi pada menu dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Misalnya, jika biasanya menambahkan blueberry ke dalam yoghurt, buah tersebut bisa diganti dengan stroberi atau pisang pada hari berikutnya. Oat dan kacang-kacangan juga dapat ditambahkan untuk memperkaya kandungan nutrisi.

Hal serupa bisa dilakukan pada menu makan siang. Jika terbiasa makan roti lapis, isi roti dapat diganti-ganti, seperti selai kacang dan jeli, keju panggang, atau kalkun.

Namun, jangan mengonsumsi satu jenis makanan secara berlebihan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan paparan terhadap zat tertentu, seperti merkuri pada ikan, atau menyebabkan asupan nutrisi tertentu menjadi terlalu tinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya